logo


Mentan: Tapin Harus Menjadi Lumbung Pangan Wilayah Perbatasan

Menurut Amran, sudah 71 tahun Indonesia merdeka, baru saat ini masyarakat Tapin mengenal tanam bawang merah sendiri.

16 Desember 2016 11:52 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12). Humas Kementan

TAPIN, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) harus mampu meningkatkan produksi pangan khususnya komoditas padi, bawang merah dan cabai. Hal ini dimaksudkan agar Tapin menjadi pusat produksi tiga komoditas pangan Kalsel bahkan ke depan dapat mengekspornya ke negara tetangga, Malaysia.

"Artinya Tapin mampu memenuhi kebutuhan padi, bawang merah dan cabai dari produksi sendiri. Dengan begitu, akan berdampak pada penurunan inflasi," demikian kata Amran saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12).

Hadir pada kegiatan ini Wakil Gubernur Kalsel Supian Noer, Bupati Tapin Arifin Arpan, Staf Khusus KASAD Brigjen TNI Afifudin, Danrem 101/Antasari Kolonel Kav Yanuar Adil dan para petani.

Amran menyampaikan program peningkatan produksi pangan Kalsel salah satunya Tapin yakni sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar menciptakan program yang dapat membangun daerah dari pinggir.

Dengan begitu, daerah-daerah pinggir khususnya wilayah perbatasan mampu memproduksi pangan sendiri dan menyediakan pangan murah. Sebab, selama ini kebutuhan pangan didatangkan dari daerah lain, sehingga harga pangan cenderung lebih mahal.

"Dulu saat tidak produksi sendiri cabai di Tapi mencapai Rp 60.000 per kilogram, tapi sekarang karena sudah bisa produksi sendiri harganya hanya mencapai Rp 25.000 per kilogram," ujarnya.

Menurut Amran, sudah 71 tahun Indonesia merdeka, baru saat ini masyarakat Tapin mengenal tanam bawang merah sendiri. Luas lahan pada awal pengembangan bawang merah di Tapin hanya sebesar 4 ha. Kemudian tahun 2015, Kementerian Pertanian memberikan bantuan pengembangan untuk 100 ha. Alhasil, luas lahan bawang merah Tapin saat ini mencapai 410 ha dengan tingkat produksi rata-rata 11 ton/ha.

"Inilah mimpi kami dulu bahwa Kalimantan Selatan tidak lagi mengambil bawang merah dan juga cabai dari Jawa atau daerah lain. Demikian pula dengan beras harus bisa swasembada," tukas Amran.

Ia berharap dengan adanya sejumlah upaya dari pemerintah dan didukung dengan kerja keras para petani target swasembada yang di canangkan oleh pemerintah bisa segera terwujud di wilayah Kalimantan Selatan.

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah