logo


Disebut Sebagai Penyandang Dana Upaya Makar, Ini Respon Kubu Tommy Soeharto

Yusuf meyakini ada upaya mendiskreditkan Tommy. Terlebih, Parsindo sendiri telah menetapkan Tommy sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang

15 Desember 2016 07:00 WIB

Tommy Soeharto.
Tommy Soeharto. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nama Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto belakangan ini santer disebut sebagai penyandang dana upaya makar. Terkait hal itu, sebagai orang dekat Tommy Presiden Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), Muhammad Yusuf Rizal, pun buka suara.

Yusuf mengaku geram mendengar kabar tersebut. Ia pun lantas membantah keras dan menyebut isu tersebut digulirkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang ingin menjatuhkan nama baik putra bungsu mendiang Presiden Soeharto itu.

"Membantah keras terhadap apa yang diisukan sebagaimana yang dimuat di media sosial. Kami merasa itu pembunuhan karakter. Karena itu bersifat mendiskreditkan dan kami duga itu merupakan kontra intelijen yang ingin merusak nama baik Tommy Soeharto di dalam percaturan politik di Indonesia," ujar Rizal di Jakarta, Rabu (14/12).


Partai Berkarya Gagasan Tommy Lolos Pengesahan Kemenkumham

Lebih jauh, Yusuf meyakini ada upaya mendiskreditkan Tommy. Terlebih, Parsindo sendiri telah menetapkan Tommy sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kami duga itu merupakan kontraintelijen yang ingin merusak nama baik Tommy Soeharto di dalam percaturan politik di Indonesia," kata Yusuf.

Menurut Yusuf, dirinya sudah bertemu secara langsung dengan Tommy untuk menanyakan terkait informasi itu. Ia menambahkan, Tommy sendiri sudah membantah secara langsung dugaan keterlibatannya dalam upaya aksi makar. 

“Beliau menyatakan tidak tahu menahu dan tentu menyesalkan itu. Saat terjadi beliau sedang di luar negeri," tutur Yusuf.

Oleh karenanya, Yusuf pun mendesak pihak kepolisian untuk mengusut dan mencari dalang atas informasi di media sosial yang menyebut Tommy mendanai makar. 

 “Karena itu melanggar Undang-Undang ITE pasal 27. Kami ingin nanti ke depan juga akan membentuk tim agar penanganan penanganan ini tidak hanya sekedar lip service, tapi kami perlu langkah langkah strategis agar nantinya jangan sampai menjadi info yang tidak benar,” Yusuf memungkasi.

Tommy Soeharto Tinggalkan Golkar, Benarkah?

Halaman: 
Penulis : Riana