logo


MUI Minta Karyawan Muslim Melapor Jika Dipaksa Pakai Atribut Natal

Kepada para karyawan Muslim, Zulkarnain mengimbau agar tidak takut melakukan perlawanan kepada perusahaan jika dipaksa mengenakan atribut natal.

14 Desember 2016 13:19 WIB

Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang perayan Hari Raya Natal, Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menghendaki agar karyawan-karyawan beragama Islam aktif melapor seandainya pihak perusahaan memaksa mereka untuk mengenakan atribut natal.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Gambaran Stok dan Harga Beras DKI

Zulkarnain menjelaskan, pelaporan bisa langsung disampaikan kepada pihak kepolisian, Laporan tersebut menurutnya bisa dilakukan langsung kepada aparat kepolisian, MUI atapu kepada organisasi-organisasi buruh.


Klarifikasi Ustaz Somad, MUI: Kita Selesaikan Persoalan Ini Antarsesama Tokoh Agama

"Laporkan jika perusahaan memaksa," demikian ucap Tengku Zulkarnain kepada media, Rabu, 14 Desember 2016.

Ini Kata Ahok Saat Dituding Keluarkan Air Mata Buaya

Jika hal tersebut kejadian, ucap Zulkarnain, MUI tak segan-segan untuk memidanakan perusahaan yang bersangkutan seandainya memaksa karyawannya mengenakan simbol-simbol agama kepada yang berlainan agama.

Mengingat, imbauan akan hal itu sudah berulang kali dinyatakan MUI pada setiap tahunnya. Sayangnya, terkadang hal tersbeut tak diindahkan oleh sejumlah perusahaan.

Dapat Keluhan soal Izin Pembangunan Rumah Ibadah, Begini Jawaban Anies Baswedan

"Bila perlu kita laporkan ke polisi, ini udah keterlaluan. Udah tiap tahun kita mengeluarkan himbauan dari MUI tapi tidak diindahkan," ucap Zulkarnain menegaskan.

Kepada para karyawan Muslim, Zulkarnain mengimbau agar tidak takut melakukan perlawanan kepada perusahaan yang melakukan pemaksaan agar mengenakan atribut-atribut natal.

Salah Adegan Shalat, KPI Tegur Anak Jalanan

Perlakuan memaksa karyawan beragama Islam untuk mengenakan atribu keagamaan lain sesungguhnya sangat bertentangan dengan Undang-Undang Dasar tahun 1945 pasal 28E UUD 1945 yang mengatur kebebasan beragama dan berkeyakinan.

MUI: Masalah Papua Harus Ditangani Secara Serius dan Hati-hati

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah