logo


Bakteri di Benih Cabai yang Ditanam WN China di Bogor Tidak Berbahaya Bagi Manusia

Dikatakan Banun, serangan bakteri Erwinia chrysanthemi bisa menyebabkan kerusakan atau gagal produksi hingga 70%.

14 Desember 2016 08:00 WIB

Pemusnahan bibit dan tanaman cabai ilegal yang mengandung bakteri, Instalasi Karantina Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, Kamis (8/12).
Pemusnahan bibit dan tanaman cabai ilegal yang mengandung bakteri, Instalasi Karantina Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, Kamis (8/12). Republika.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan kabar tentang benih cabai berbakteri ditanam beberapa orang Warga Negara (WN) China di lahan seluas 4 hektar di Bogor. 

Kata Lulung ke Ahok: Giliran Kena Masalah Begini Malah Cengeng

Dari hasil pemeriksaan laboratorium Badan Karantina, benih cabai tersebut positif mengandung bakteri yang menjadi media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Bibit ini membahayakan produksi Nasional Petani Cabai Indonesia. Hal itu dikarenakan positif terdapat bakteri Erwinia chrysanthemi.


KPPU Awasi Kemungkinan Adanya Kartel Harga Cabai dan Bawang

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Karantina Kementan, Banun Harpini, mengungkapkan bahwa bakteri itu tidak berbahaya bagi manusia. Namun, berbahaya untuk tumbuhan dari famili Solanaceae, yang di dalamnya termasuk cabai. 

Ahok Menangis, Taufik Gerindra Bilang Begini

Dikatakan Banun, serangan bakteri Erwinia chrysanthemi bisa menyebabkan kerusakan atau gagal produksi hingga 70%.

"Dampaknya kepada tanaman cabainya, tidak berdampak kepada manusia. Seolah-olah berdampak kepada manusia, padahal tidak. Itu hanya berdampak pada tanaman cabai dan tanaman sefamilinya. Contoh terong, tembakau, pokoknya yang famili Solanaceae," tutur Banun, Selasa (13/12).

Fahri Hamzah: Kalau Saya Jadi Ahok, Saya Juga Nangis

Banun mengasumsikan, jika bakteri tersebut menyebar, pihaknya menghitung produksi cabai nasional dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 sebesar 1,075 juta ton, dan estimasi harga cabai hari ini Rp. 60.000/kg, maka potensi kerugian ekonomi produksi cabai dapat mencapai 45,1 Triliun.

Dianggap Aneh, Petani Muda Asal Grobogan Ini 'Kekeuh' Budidaya Empon-Empon

"Itu dampak ekonomi, itu dihitung kalau semua pertanaman cabai itu mati atau rusak karenanya," ungkap Banun.

Kantor Imigrasi Kecolongan Soal Benih Cabai Berbahaya

Halaman: 
Penulis : Riana