logo


Sindiran Najib Razak Soal Ahok dan Rohingya

Penindasan terhadap etnis Rohingya juga harus diperjuangkan Indonesia selain urusan penistaan agama.

8 Desember 2016 13:22 WIB

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak 1mdb.net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Video yang menggambarkan permintaan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak agar Presiden Joko Widodo merespon tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar sedang ramai diperbincangkan warga media sosial.

Menariknya, dalam video tersebut Najib mengingatkan Indonesia agar tak asik mengurusi persoalan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Video tersebut lantas banyak diunggah di berbagai akun berbagi video Youtube. Dalam rekaman itu, menceritakan bahwa Najib Razak sedang berpidato di hadapan ribuan orang saat bereda di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (4/12).


Gelar Doa Bersama untuk Muslim Rohingya, Menag: Pemerintah Indonesia Tidak Tinggal Diam

Di video itu, Najib dengan semangat berkobar-kobar dan suara lantang mengkritik habis pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Dia menyebut praktik kekerasan otoritas Myanmar terhadap minoritas muslim Rohingya sebagai genosida.

"Kita tahu bahwa tragedi Rohingya ini sesuatu yang amat dekat di hati kita. Kita akan lakukan apa saja, kita minta badan lain bertindak," kata Najib membakar semangat rakyatnya.

Dia menyatakan bahwa penindasan terhadap etnis Rohingya juga merupakan masalah Malaysia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Islam.

Dalam video itu, Najib juga mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) berperan aktif mengajak masyarakat Indonesia menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Namun menariknya, Najib juga menyinggung nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Najib menyindir agar Indonesia tidak hanya memprotes soal kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok saja. Menurutnya, penindasan terhadap etnis Rohingya juga harus diperjuangkan Indonesia.

"Saya pun nak minta Presiden Jokowi, minta rakyat Indonesia berhimpun. Jangan protes Ahok saja. Ahok, Ahok lah! Rohingya mesti diperjuangkan di Indonesia. Mereka boleh berhimpun. Di Jakarta, himpun," tegas Najib dengan nada bicara yang berapi-api.

Dalam unjuk rasa ini, PM Najib juga menyerukan intervensi internasional dari PBB, Mahkamah Pidana Internasional dan Organisasi Kerja Sama Islam untuk membantu warga Rohingya. Dia juga berharap negara-negara ASEAN ikut ambil bagian.

Jubir FPI : Mau Ikut ke Rohingya? Harus Siap Mati Syahid!

"Dunia tidak hanya bisa mengatakan, 'lihat, ini bukan masalah kami'. Ini masalah kita semua! Saudara sekalian, kita akan terus bertindak, gunakan saluran apa saja. Kita harus terus melanjutkan tekanan," ujar Najib.

Jubir FPI : Mau Ikut ke Rohingya? Harus Siap Mati Syahid!

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah