logo


Bila Ahok Bebas Lalu Ada yang Marah, Boni Hargens: 100% Masalah Politik

"Harus kejar aktor politiknya, karena harus bisa pisahkan ruang hukum dan politik"

8 Desember 2016 06:16 WIB

Boni Hargens.
Boni Hargens. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengamat politik Boni Hargens kembali mengomentari kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

2017, Asuransi Jasa Tania Menargetkan Pertumbuhan Premi 16%

Dengan tegas, Boni mengatakan, jika Ahok diputus tak bersalah lalu bebas kemudian ada yang marah dengan memobilisasi massa lagi untuk demonstrasi, maka membuktikan motif mereka politik, bukan penegakan hukum.


“Sangat Tidak Pantas SBY Sebut Intelijen Error”

"Kalau misalnya hakim menyatakan tidak bersalah dan ada yang marah, lalu buat aksi, berarti ini seratus persen masalah politik," kata Boni, Rabu (7/12), di Cikini, Jakarta Pusat.

Jika memang persoalannya adalah politik, sambung Boni, perlu dilacak kemudian siapa aktor politik di baliknya. "Harus kejar aktor politiknya, karena harus bisa memisahkan antara ruang hukum dan politik," tegas Boni.

PLTSa Putri Cempo Dikebut, Pemkot Solo Akan Tandatangani MoA dengan Investor

Sementara itu, terkait dengan jalannya sidang, Boni berharap, Majelis Hakim memproses kasus dengan tetap mengedepankan profesionalitas, tidak terpengaruh oleh tekanan politik dan massa.

"Yang penting adalah sejauh mana hakim menyatakan bersalah atau tidak, tidak perlu pikirkan risiko politiknya, kalau salah bilang salah, kalau tidak salah ya tidak," tutp Boni.

Donasi untuk Ahok-Djarot Tembus Rp 18 Miliar

Sebagai informasi, persidangan kasus Ahok akan digulirkan Selasa depan, 13 Desember 2016. Jelang persidangan itu, Kejaksaan Agung telah menyusun tim jaksa penuntut umum yang berjumlah 13 orang. Pengadilan juga telah menetapkan majelis hakim yang akan mengadili Ahok.

Sebut SBY Aktor Politik Aksi 411, Boni Hargens Mengaku Tak Takut Dilaporkan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro