logo


UUD'45 Berubah Jadi Pro Liberal dan Kapitalis? Ini Penjelasan Putri Bung Karno

UUD sudah tidak berpihak kepada cita-cita Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (Bung Karno)

8 Desember 2016 04:00 WIB

Rachmawati Soekarnoutri.
Rachmawati Soekarnoutri. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri (RSP), menilai bahwa Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang sudah diamandemen sebanyak empat kali kini berubah fungsi.

Menurut RSP, akibat amandemen tersebut, UUD 1945 sudah berubah menjadi pro liberal dan kapitalis. Yang mana UUD sudah tidak berpihak kepada cita-cita Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (Bung Karno).

"Akibat amandemen yang diteken empat kali oleh Megawati itu, merubah sifat yang diamanatkan oleh Presiden Soekarno kita pada 1959. Itu jadi bersifat liberal terutama di Pasal 33," ujar RSP, Rabu (7/12), di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.


Begini Kronologi Penangkapan Rachmawati Soekarnoputri

Tak hanya itu, ditambahkan RSP, akibat diamandemen sebanyak empat kali, isi UUD 1945 sekarang sudah tak lagi mengacu kepada keadilan sosial. Ditambah lagi, penegakan hukum di Indonesia saat ini yang lebih mengarah ke konsitusi liberalisme.

"Misalnya saja, kita mengalami utang membengkak sekitar Rp 4.000 triliunan. Seharusnya kita melakukan Tri Sakti. Saya prihatin sekali, ribuan buruh asing, investasi asing masuk. Pangdam Jaya sendiri menyampaikan kepada saya, dari Sabang sampai Marauke sudah dipenuhi dengan bendera-bendera asing. Dan ini sudah melampaui batas," ungkap RSP kesal.

Oleh karena itu, RSP mengharapkan agar UUD 1945 dikembalikan kepada amanat proklamasi sehingga kembali tercipta kondisi Indonesia yang aman damai dan sejahtera. "Makanya kita harus kembali ke amanat proklamasi kita yang adil dan menjunjung tinggi keadilan sosial," tutup RSP tegas.

Kasus Makar, Putri Bung Karno Bantah Tudingan Kapolri

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Christophorus Aji Saputro