logo


Lilin Aromaterapi Ayam Goreng, Ada-ada Saja!

Rupanya, lilin terapi beraroma ayam goreng itu diluncurkan KFC dalam rangka meramaikan Hari Raya Natal.

7 Desember 2016 19:05 WIB

Lilin aromaterapi KFC.
Lilin aromaterapi KFC. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk menguatkan brand dibenak para konsumen, produsen ayam goreng ternama Kentucky Fried Chicken (KFC) melakukan ide di luar biasa. Setelah merilis tabir surya beraroma ayam goreng, kini lilin aroma terapi beraroma sama juga dirilis.

Hal itu dilakukan KFC Selandia Baru pada pekan lalu. Lebih-lebih, lilin aroma terapi ayam goreng itu dibagikan secara gratis.

Langkah promosi yang dilakukan KFC Selandia Baru itu pun langsung direspon netizen dengan memviralkan lilin aroma terapi tersebut. sebelumnya didahului dengan dibuatkan promosi melalui facebook pada 2 Desember lalu.


Memutuskan Tobat, Ternyata Begini Kesibukan Baru Mia Khalifa

"Terangi malam Anda dengan lilin aromaterapi KFC dalam edisi terbatas! Retweet untuk ikut undian!," cuit akun @kfcnz.

Rupanya, lilin terapi beraroma ayam goreng itu diluncurkan KFC dalam rangka meramaikan Hari Raya Natal. Merchandise itu pun dibuat dalma jumlah dan waktu yang terbatas.

Meski begitu, ide lilin terapi beraroma ayam goreng itu berasal dari suara pelanggan. Banyak pelanggan KFC bahkan meminta perusahaan restoran cepat saji itu untuk mengeluarkan produk-produk unik lain, termasuk pelembab bibir rasa ayam goreng.

Sebelumnya, warga AS sempat dihebohkan peluncuran losion tabir surya beraroma ayam goreng oleh KFC, yang dibagikan secara gratis melalui online. Dalam waktu dua jam saja produk berstok terbatas itu langsung habis dan rencananya KFC di Negeri Paman Sam itu akan menambah stoknya lagi.

Diberi nama KFC Extra Crispy Sunscreen SPF 30, losion tabir surya itu diklaim beraroma seperti bau ayam goreng yang menjadi menu andalan KFC.

"SPF-nya akan membantu untuk melindungi kulit Anda, sedangkan aroma ayam gorengnya akan membuat Anda beraroma lezat!," demikian tulis KFC dalam situs resminya.

Bohong Jika Selingkuh hanya Terjadi Sekali

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah