logo


Di AS, Raksasa Internet Jepang Investasi Rp664 Triliun

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan, perusahaan telekomunikasi dan Internet multinasional Jepang, SoftBank akan menggelontorkan investasi sebesar USD 50 miliar atau setara Rp 664,87 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi 50 rib

7 Desember 2016 15:44 WIB

Presiden terpilih AS Donald Trump bersama CEO SoftBank Masayoshi Son.
Presiden terpilih AS Donald Trump bersama CEO SoftBank Masayoshi Son. nytimes.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan, perusahaan telekomunikasi dan Internet multinasional Jepang, SoftBank akan menggelontorkan investasi sebesar USD 50 miliar atau setara Rp 664,87 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi 50 ribu orang di Negeri Abang Sam. Trump mengklaim, kesepakatan itu tak akan pernah terjadi jika dirinya tidak terpilih.

Ekonom Manulife: Sebelum 2017, Suku Bunga AS akan Naik

Pengumuman itu dilakukan Trump bersama CEO SoftBank Masayoshi Son di Trump Tower pada Selasa (06/12) waktu Amerika, seperti dikutip dari The Washington Post hari ini. "Masa(yoshi) mengatakan, dia tidak akan melakukan hal ini jika kami (Trump) tak memenangkan pemilu!" tulis Trump di Twitter.


SBX Indonesia Ramaikan Bisnis Keuangan Digital Nasional

Kepada wartawan di Trump Tower, Son mengatakan, akan melakukan investasi di perusahaan-perusahaan startup Amerika. Saat berbicara, dia menunjukkan sebuah kertas yang mencantumkan angka USD 50 miliar, plus USD 7 miliar, serta jangka waktu investasi yakni empat tahun.

Logo Foxconn, pemasok utama iPhone, juga terdapat dalam kertas tersebut, meski perannya dalam kesepakatan ini belum jelas. Namun menurut pengamat, Foxconn akan bertanggung jawab atas investasi USD 7 miliar yang tercantum dalam kertas tersebut serta 50 ribu lapangan kerja baru yang dijanjikan. "Tujuh miliar dapat berarti bahwa mereka akan membangun sebuah pabrik atau beberapa pabrik di AS untuk merakit ponsel. Kami belum mengetahuinya, tapi itulah spekulasinya," kata Roger Entner, analis dari Recon Analytices.

Perlunya Pasar Modal Syariah

SoftBank sangat berambisi menjadi investor teknologi terbesar di dunia, dengan bantuan dari Arab Saudi.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal beberapa waktu lalu, Son mengatakan uang yang digunakan untuk berinvestasi di AS berasal dari dana investasi bersama senilai USD 100 miliar yang digagas SoftBank dan pemerintah Saudi bernama SoftBank Vision Fund.

SoftBank akan menggelontorkan dana USD 25 miliar untuk SoftBank Vision Fund selama lima tahun ke depan, dan dana investasi publik Saudi berjanji memberikan USD 45 miliar dalam periode yang sama. Sementara USD 30 miliar sisanya berasal dari investor lain. Dalam perjalanan ke India pekan lalu, Son mengatakan selangkah lagi mengamankan dana tersebut.

Ini merupakan salah satu upaya ambisius SoftBank memperluas cengkeramannya di seluruh dunia. Perusahaan Jepang tersebut juga telah melakukan investasi dan akuisisi di banyak negara, termasuk perusahaan telekomunikasi AS, Sprint.

Asuransi Jasa Tania Menargetkan Pertumbuhan Premi 16% Pada 2017

SoftBank selama ini lebih berhasil ketika melakukan investasi di sebuah perusahaan dibanding membelinya secara langsung. Salah satu investasi tersukses mereka adalah saat memberikan dukungan finansial kepada Alibaba Group, jauh sebelum perusahaan Jack Ma tersebut menjadi raksasa e-commerce dan Internet di RRC.

Juli lalu, SoftBank berhasil membeli ARM, perancang chip Inggris yang produknya digunakan mulai dari iPhone hingga drone, seharga USD 32 miliar. Selain itu, SoftBank selalu menggelentorkan dana investasi kepada perusahaan-perusahaan teknologi yang tengah berkembang seperti layanan ridesharing RRC, Didi Chuxing, dan startup bioteknologi Zymergen.

Samsul Hidayat: Akhir Tahun 2016, Hanya Tiga Emiten yang IPO

"Dengan berdirinya SoftBank Vision Fund, kami dapat meningkatkan investasi di perusahaan teknologi global," kata Son dalam sebuah pernyataan yang dimuat The New York Times Oktober lalu. "Dalam satu dekade ke depan, SoftBank Vision Fund akan menjadi investor terbesar dalam bidang teknologi."

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melamban

Halaman: 
Penulis : Fahad Hasan