logo


Kementan Akui Sektor Perunggasan Sangat Sensitif

Mentan menegaskan, dengan adanya kesepakatan ini pihaknya berharap agar disparitas harga di sektor perunggasan.

6 Desember 2016 16:54 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perunggasan merupakan sektor yang cukup sensitif di sektor Kementerian Pertanian. Pasalnya sampai saat ini gejolak perunggasan tanah air cukup pelik.

Mulai dari masalah DOC, pemeliharaan ayam ras, hingga masalah harga penjualan di pasar terus terjadi masalah di sektor perunggasan yang selalu datang silih berganti dan membuat para pelaku usaha di sektor perunggasan sering turun ke jalan menuntut keadilan dari pemerintah.

"Dengan adanya langkah deklarasi bersama ini kedepannya kita harapkan tidak ada lagi demo-demo peternak," demikian kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Selasa (6/12).


Brigade Alsin, Strategi Mentan Garap Lahan Rawa

Lebih lanjut, Mentan mengatakan melalui deklarasi bersama pada hari ini sudah terjalin kesepakatan bersama baik antar pemerintah, KPPU, maupun para pelaku usaha di sektor peternakan untuk tetap menjaga harga unggas.

"Langkah menjaga harga ini kita lakukan baik di tingkat peternak maupun harga di tingkat konsumen," demikian katanya.

Mentan menegaskan, dengan adanya kesepakatan ini pihaknya berharap agar disparitas harga di sektor perunggasan yang selama ini terus terjadi dengan jarak yang sangat tinggi bisa ditekan, supaya semua pihak bisa mendapat keuntungan dari sektor usaha perunggasan tersebut.

"Tidak hanya harga jual ayam di pasar, harga DOC, harga pakan juga kita atur," ujarnya.

Kita tidak menginginkan ada lagi yang turun ke jalan kemudian melakukan demo terkait dengan masalah perunggasan ini, makanya saat ini kita buat regulasi dan kita atur dengan aturan yang jelas.

"Semua ini kita atur sehingga ke depan tidak ada lagi kegaduhan di sektor perunggasan," tukasnya.

Pimpinan DPR Puji Capaian Sektor Pertanian Era Amran

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah