logo


Anies Berjanji Akan Kembalikan Peran Perempuan

Di hadapan peserta diskusi, Anies menutup sambutannya dengan kembali menekankan filosofi yang dibawanya yaitu kerja sama.

5 Desember 2016 19:17 WIB

Anies Baswedan.
Anies Baswedan. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa dirinya tumbuh di lingkungan perempuan luar biasa, yaitu neneknya yang merupakan anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

"Nenek saya pernah bercerita bahwa sebagai utusan Tegal, ia sempat dilarang untuk menghadiri kongres di Jogja. Kereta api sebagai sarana transportasi ketika itu dilarang oleh Belanda untuk mengantarkan para anggota Kowani," ujarnya Anies saat menjadi Keynote Speech dalam dialog publik bertemakan 'Perempuan Memilih: dari, oleh dan untuk perempuan Jakarta'‎ di Ballroom Nyi Ageng Serang, Jakarta, Senin (5/12).

Kemudian, kata Anies,‎ neneknya bersama para perempuan saat itu memilih berbaring di rel kereta depan lokomatif. Aksi tersebut menyebabkan kereta tidak bisa berangkat. Sampai akhirnya diizinkan untuk ikut kongres.


Hakim Kabulkan Gugatan Polusi Udara, Anies: Siap Menjalankan Putusan Pengadilan

"Saya telah menyaksikan dan mendengar langsung bagaimana dahsyatnya perempuan. Ketika di rumah, ia berperan sebagai ibu. Ketika di luar, ia sebagai warga dan bagian (aktif) di masyarakat," tuturnya.

Dalam hal ini, Anies menekankan bahwa ketika perempuan lemah, maka urusan lainnya akan lemah dan begitu pun sebaliknya.

"Di Indonesia, pada dasarnya perempuan mempunyai peran besar. Maka, kita akan kembalikan hal itu. Insya Allah jika dapat terjadi di Jakarta, efeknya akan ke seluruh indonesia," tegasnya.

Di hadapan lebih dari 100 orang yang menghadiri diskusi tersebut, mantan Rektor Paramadina ini menyampaikan salah satu program unggulannya yaitu "Memuliakan perempuan Jakarta". Program ini menjanjikan situasi yang kondusif dan ramah keluarga baik di sektor swasta maupun publik. "Kantor pemda, kantor swasta, kalau ingin kantornya maju, maka buat suasana yang ramah perempuan dan keluarga," imbuh Anies.

Melalui pendekatan berbasis gerakan, penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini menuturkan tidak akan membawa pendekatan program untuk perempuan ibu kota. Pendekatan program selama ini hanya menekankan pada aktif dan bekerjanya pemerintah. Sebaliknya, pendekatan gerakan berusaha mengajak para elemen berbasis masyarakat, termasuk lembaga dan organisasi perempuan, untuk berpartisipasi aktif membangun Jakarta.

"Pemerintah tidak perlu bergaya melakukan semuanya. Lembaga dan organisasi perempuan yang akan bergerak dan pemerintah bekerja sama, memfasilitasi," ujar Anies.

Di hadapan peserta diskusi, Anies menutup sambutannya dengan kembali menekankan filosofi yang dibawanya yaitu kerja sama.

"Dengan demikian, kita akan memajukan Jakarta melalui gerakan pemberdayaan masyarakat lewat perempuan," tutupnya.

Hari Ini Anies Dipangggil KPK Terkait Kasus Pengadaan Lahan, Wagub DKI: Kami Yakin Beliau Tak Terlibat!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah