logo


NTT Optimis Capai Swasembada Pangan

petani di NTT harus bisa mensiasati musim yang ada dengan mengoptimalkan panen air di musim hujan.

5 Desember 2016 14:33 WIB

Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian dari Kementan, Ani Andayani.
Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian dari Kementan, Ani Andayani. Jitunews/Siprianus Jewarut

KUPANG, JITUNEWS.COM - Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur sekaligus penanggung jawab UPSUS Nusa Tenggara Timur (NTT) Ani Andayani optimis bahwa ke depannya NTT akan mampu mencapai target swasembada pangan.

"Salah satu faktor mendasar yang harus dilakukan untuk mencapai target swasembada pangan adalah dengan mengubah perilaku atau 'change behaviour' dari masyarakat petani, terlebih untuk masyarakat petani di wilayah NTT yang sebelumnya adalah petani berladang menuju pertanian sawah, dengan langkah ini NTT ke depan akan mampu mencapai swasembada pangan," demikian kata Ani Andayani, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin(5/12).

Lebih lanjut, ia menjelaskan masyarakat NTT harus bisa menyiasati musim basah yg hanya berlangsung selama 2 bulan tersebut. Pasalnya wilayah NTT lebih di dominasi musim panas di banding musim hujan.


Brigade Alsin, Strategi Mentan Garap Lahan Rawa

Menurutnya, petani di NTT harus bisa mensiasati musim yang ada dengan mengoptimalkan panen air di musim hujan yang hanya dua bulan tersebut, baik dengan mengoptimalkan jaringan irigasi, pembangunan embung-embung air, pembuatan sumur pompa selain mencari sumber air alternatif lain sebagai pengganti sumber air permukaan.

Selain itu, untuk mengoptimalkan pencapaian Upsus Swasembada Pangan di Wilayah NTT khususnya padi, jagung dan kedelai, maka optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan serta perawatan alsintan juga harus dilakukan.

"Kita harus optimalkan peran UPJA dan MRO (Maintenance, Repair and Overhaul), sehingga kita tidak kehilangan investasi dari pemanfaatan alsintan yang ada baik pra panen maupun pasca panen," demikian kata Ani.

Ani juga mengharapkan koordinasi dan sinergitas dari berbagai unsur SKPD yang ada di tiap-tiap kabupaten agar program Upsus ini dapat tercapai.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 161 / WS NTT Brigjend (TNI) Heri Wiranto mengatakan bahwa sesuai instruksi yang diberikan oleh Presiden RI selaku Panglima Tertinggi TNI dalam apel bersama dengan Dandim dan Danrem se Indonesia serta sesuai MoU antara Menteri Pertanian dengan Panglima TNI, maka TNI siap mengawal dan mendampingi serta mendukung pencapaian Swasembada Pangan di seluruh wilayah NKRI, termasuk didalamnya cetak sawah di wilayah NTT seluas 1.984 ha.

" Saya sudah sampaikan kepada Ibu Ani bahwa apapun yg ibu perintahkan terkait Upsus Swasembada Pangan di wilayah NTT maka saya harus siap melaksanakannya karena ibu adakah Panglima Upsus untuk wilayah NTT" tegas Heri.

Heri berharap semua unsur dan pihak yang terlibat dalam upaya pencapaian swasembada pangan di wilayah NTT untuk bisa bersinergi dan bekerjasama secara serius dan terpadu untuk mencapai target yang ditetapkan Kementan.

"Bahkan saya berharap bisa melebihi target yang ditetapkan, sehingga pemerintah tahu bahwa masyarakat NTT bersungguh-sungguh dalam mengejar pencapaian swasembada pangan di NTT. Saya berharap ada salah satu Dandim di wilayah NTT yang mendapat apresiasi/hadiah dari Menteri Pertanian untuk jalan2 studi banding ke luar negeri karena berhasil melebihi target produksi yang ditetapkan Kementan," ungkap Heri.

Terkait dengan hal tersebut, Heri juga menambahkan bahwa saat ini di kesatuan TNI saat ini telah dibentuk Brigade Alsintan yang bertujuan untuk mengoptimalkan 175 unit bantuan alsintan yang diberikan pemerintah pusat yang tersebar di 13 Kodim di wilayah NTT untuk mendorong pencapaian swasembada pangan di NTT.

Terkait dengan program Luas Tambah Tanam (LTT) Kadistanbun Propinsi NTT Johannes Tay Ruba mengharapkan agar penghitungan dan pencatatan LTT yang dilakukan setiap harinya dapat dikoordinasikan dengan baik oleh para petugas di lapangan, mulai dari penyuluh pertanian, mantri tani, dan petugas pengolah data di kabupaten sampai kemudian data tersebut diserahkan kepada mantri statistik setiap akhir bulan untuk diolah dan dimasukkan sebagai data BPS.

Pimpinan DPR Puji Capaian Sektor Pertanian Era Amran

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah