logo


Kementan Genjot Produksi Padi Kabupaten di NTT

Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot peningkatan produksi padi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga kebutuhan beras dapat dipenuhi secara mandiri.

4 Desember 2016 13:10 WIB

Panen Padi di Ngada, NTT
Panen Padi di Ngada, NTT Dok. Kementan

NGADA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot peningkatan produksi padi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga kebutuhan beras dapat dipenuhi secara mandiri. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan panen dan tanam padi bersama TNI di Desa Were 3, Kecamatan Golewa Selatan, Kab Ngada, NTT di akhir pekan kemarin.

Hadir pada kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani, Wakil Bupati Ngada, Paulus Soliwoa, Danrem 161 Wirasakti NTT, Brigjen Heri Wiranto, Dandim 1625 Ngada, Letkol (Czi) Arman Hidayah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi NTT, Yohanes Tay Ruba, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ngada, Korsin Wea dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara, Yohannes.

Pada kesempatan tersebut, Ani Andayani menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan pihak TNI-AD dan pemerintah Kabupaten Ngada yang terus berupaya keras merealisasikan swasembada pangan khususnya padi sehingga produksi dan produktivitas padi pada periode Oktober - Maret 2016 melebihi target yang telah ditetapkan yaitu mencapai 115%.


Kepala Balitbangtan Klaim Jawa Barat Barometer Produktivitas Padi Nasional

"Saya yakin Indeks Pertanaman Padi di Kabupaten Ngada dapat kita tingkatkan, apalagi jika melihat pola panen yang dilanjutkan tanam di lahan sebelahnya yang dilakukan secara teratur " demikian kata Ani seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Minggu (4/12).

Danrem 161 Wirasakti NTT, Brigjen TNI Heri Wiranto menuturkan swasembada pangan adalah agenda penting dan strategis karena kedaulatan pangan merupakan eksistensi suatu bangsa. Untuk itu, TNI-AD harus bersinergi dengan masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan bersama Kementan.

"Kami sangat berharap pengembangannya berlanjut tidak hanya cukup dengan acara ceremonial. Semua komponen bangsa harus bersatu padu dan bersinergi untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan para petani harus giat dan memiliki kemauan serta kesadaran yang tinggi bahwa mereka harus mampu melanjutkan usahataninya demi kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik," tutur Heri.

Terkait pendampingan petani, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Golewa Selatan menjamin dan siap melakukan pendampingan dan mendesimenasikan teknologi pertanian kepada petani. Mereka juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten untuk dapat mewujudkan bangunan kantor BP3K, mengingat sampai saat ini keberadaan kantor BP3K masih menumpang di kantor kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Yohanes Tay Ruba mengapresiasi berbagai upaya peningkatan produksi padi melalui Program Upaya Khusus. Hasilnya Kabupaten Ngada dapat melakukan penanaman padi pada lahan yang sebelumnya tidak ditanami.

"Bahkan dapat mendukung swasembada pangan NTT dan pada gilirannya bisa berkontribusi utk swasembada pangan nasional," katanya.

Padi Hibrida, Solusi Jitu di Tengah Maraknya Alih Fungsi Lahan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan