logo


Operasi Semut Jadi Identitas Mencolok Aksi Bela Islam

Selain itu, aksi bersih-bersih yang dilakukannya juga merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap aksi Bela Islam.

2 Desember 2016 18:20 WIB

Warga membersihkan sampah yang tertinggal usai berlangsungnya aksi Super Damai 212 di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
Warga membersihkan sampah yang tertinggal usai berlangsungnya aksi Super Damai 212 di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aksi Super Damai Bela Islam Jilid III yang digelar dengan melaksanakan doa bersama dan Shalat Jumat di kawasan tugu Monumen Nasional (monas) berakhir dengan tertib dan damai.

Usai aksi berlangsung, sebagian massa aksi tanpa dikomando ikut membantu tugas membersihkan sampah-sampah sisa aksi yang berserakan di kawasan Monumen Nasional.

Dari pantauan Jitunews.com selain dibantu oleh massa aksi, ada beberapa tim kebersihan dari GNPF MUI, AQL Peduli dan Rumah Zakat.


Sebut Anggaran untuk Formula E Cacat Hukum, PSI: Jangan Berakrobat Seenaknya Sendiri

Tim Kebersihan AQL Peduli Muhammad Jamal mengatakan, operasi semut yang dilakukannya adalah bentuk kepedulian umat islam terhadap lingkungan dan kebersihan.

"Kami peduli terhadap lingkungan dan ciri khas seorang muslim yang emang sebagai dasar keimanan buktinya menjaga kebersihan," ujarnya saat ditemui Jitunews.com, Jumat (2/12).

Selain itu, aksi bersih-bersih yang dilakukannya juga merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap aksi Bela Islam.

"Di situlah kewajiban kami setelah melakukan aksi, kami harus bertanggung jawab terhadap apa yang kami lakukan dengan membersihkan sampah yang berserakan," tutupnya

Dinilai Merusak Cagar Budaya, Perkumpulan Arkeolog Minta Formula E di Monas Dibatalkan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah