logo


Curhatan Hati Djarot: Gusti Allah Meniko Mboten Sare

Djarot memohon agar kasus yang menjerat Ahok itu tidak membuat pendukung menggelar aksi-aksi di jalanan

2 Desember 2016 09:14 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif Djarot Saiful Hidayat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif Djarot Saiful Hidayat. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menanggapi pelimpahan berkas kasus Ahok dari penyidik Polri ke Kejaksaan Agung, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat, meminta seluruh relawan dan pendukungnya tetap tenang.

Mantan Wali Kota Blitar ini pun memohon agar kasus yang menjerat Ahok itu tidak membuat pendukung menggelar aksi-aksi di jalanan. Menurutnya, biarlah proses hukum Ahok berjalan sebagaimana semestinya.

"Saya minta Ibu Bapak sekalian sabar ya. Berdoa di rumah masing-masing, di Mushala, Langgar, Masjid, Gereja, Pura. Silakan di rumah masing-masing, doakan saja. Mari kita buat hati kita luas, seluas samudera," tutur Djarot di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/12).


Nasihat Adik Megawati untuk Djarot

Lebih lanjut, Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, jika semua pihak lapang dada, tidak mungkin ada kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan. Bahkan Djarot yang diketahui sudah menyandang gelar haji mengaku tidak akan marah atau pun bereaksi meski diteriaki sebagai orang kafir. Dia memilih menerimanya sembari tetap berupaya dengan niat baik.

"Dihujat, dinistakan, mohon maaf kalau saya dikafir-kafirkan, enggak apa-apa. Kita terima semuanya. Kita olah semuanya di dalam hati kita dengan pikiran yang positif. Dengan nawaitu yang baik. Dengan jiwa yang ikhlas. Sama seperti lautan itu menerima limbah dari mana pun juga tidak pernah mengeluh," urainya.

Dan, Djarot pun berkeyakinan permasalahan yang menimpa Ahok segera selesai dengan campur tangan Tuhan.

“Mari kita hormati proses ini, tapi percayalah Ibu Bapak sekalian, kata orang Jawa, Gusti Allah meniko mboten sare, Tuhan itu tidak tidur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, istilah Gusti Allah mboten sare (Tuhan tidak tidur) dimaksudkan bahwa Tuhan selalu memberikan penilaian tentang perbuatan seluruh umat manusia tanpa putus-putusnya.

Yusril Dukung Ahok, Begini Reaksi Djarot

Halaman: 
Penulis : Riana