logo


Dedaunan Ini Bisa Menambah Aroma Masakan, Lho!

Ternyata, banyak jenis daun yang bisa menambah aroma masakan.

21 November 2014 08:58 WIB

Ketumbar salah satu daun penambah aroma (ISTIMEWA)
Ketumbar salah satu daun penambah aroma (ISTIMEWA)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Selain daun salam, daun pandan dan daun jeruk, sebenarnya masih banyak jenis dedaunan yang biasa digunakan dalam masakan. Daun-daun tersebut juga bermanfaat sebagai penambah aroma. Lalu apa saja jenis yaa jenis dedaunan tersebut? 

1.    Daun Ketumbar 
Sering disebut coriander leaf atau cilantro. Sepintas bentuknya mirip daun kemangi. Aroma wangi daun ketumbar sangat khas, serta dapat menghilangkan aroma amis olahan ikan, kerang, dan udang. Penggunaannya dengan diiris halus atau dipetik daunnya. Sup dan masakan oriental banyak menggunakan daun ketumbar sebagai bumbunya seperti Tom Yam dan Som Tam khas Thailand.

2.    Daun Jintan 
Tampilannya yang tebal dan berbulu halus membuat daun ini sering disebut daun tebal. Daun jintan banyak dipakai di dapur Sulawesi. Aromanya merupakan kombinasi bau jintan dan adas. Iris halus dan tambahkan daun pada masakan berkuah untuk mendapatkan cita rasa khas dan tekstur yang kental.

3.    Daun Bangun-Bangun 
Bumbu ini banyak digunakan di dapur Sumatera, terutama daerah Batak. Sepintas penampakannya mirip daun jintan, namun lebih tipis dan berbulu. Bagian yang digunakan adalah pucuk daun mudanya. Manfaat daun ini adalah dapat menghilangkan aroma amis pada olahan ayam dan ikan. Daun ini juga sering dimasak menjadi sayur berkuah santan.

4.    Daun Miana
Warna daun ini merah tua, dan karena keindahannya maka sering ditanam sebagai tanaman hias. Daun miana banyak digunakan di dapur Toraja. Pilih pucuk daun mudanya dan tambahkan pada olahan daging kerbau atau babi agar bau tajam daging berkurang.

5.    Daun Kunyit 
Aromanya mirip kunyit yaitu wangi dan khas sehingga dapat mengurangi aroma amis pada masakan daging atau ikan. Bumbu ini banyak digunakan di dapur Sumatera. Biasanya ditambahkan pada masakan bersantan seperti Gulai, Kari, dan Kalio. Bagian daun yang dipilih adalah daun yang tidak terlalu tua atau terlalu muda agar aroma daun maksimal.

6.    Daun Werot  
Salah satu varietas dari tanaman puring yang sering ditanam sebagai tanaman hias, namun kuliner Manado menggunakannya sebagai bumbu masakan. Hidangan daging sapi, kerbau, babi, dan ayam akan berkurang bau anyirnya dengan menambahkan daun ini. Gunakan daun yang muda, buang tulang daunnya dan iris halus sebelum ditambahkan pada masakan.

7.    Daun Lelem  
Daun berwarna hijau dan berbentuk oval ini banyak digunakan dalam kuliner Manado. Fungsinya untuk mengurangi rasa pahit dan aroma amis dari masakan. Masakan yang menggunakan bumbu ini antara lain Tinotuan, Ayam Lelem, Sayur Daun Papaya, dan Rica Rodo. Jika tidak tersedia daun lelem, daun melinjo biasa digunakan untuk menggantikannya.

8.    Daun Kari 
Daun ini merupakan salah satu bumbu yang sering digunakan dalam masakan Asia, termasuk Indonesia. Kuliner Eropa juga mengenalnya sebagai daun kari (Curry Leaf). Daun salam koja member aroma harum pada masakan berkuah santan seperti Gulai, Kari, tumisan daging, atau sayur berkuah kaldu. Selain cita rasanya jadi lebih gurih, daun kari juga menghilangkan aroma amis pada masakan daging atau ikan. Di pasaran daun ini dijual dalam bentuk segar dan bubuk. Gunakan 3-5 lembar daun untuk setiap 1 liter cairan.

9.    Daun Seledri
Daun seledri memiliki aroma yang harum. Di pasaran dijual dalam keadaan segar dan bubuk. Bumbu ini biasanya digunakan untuk memberi aroma harum pada hidangan sup, soto, atau hidangan berkuah lainnya. Batang daun seledri juga sering digunakan sebagai bahan pengharum kuah kaldu.

10.    Daun Kemangi
Daun kemangi memberikan aroma wangi yang khas pada masakan. Daun ini biasa digunakan dalam kondisi segar, baik sebagai lalapan ataupun sebagai bumbu masakan seperti Pepes, Woku-woku atau Laksa. Selain member aroma wangi, daun kemangi juga bisa mengurangi aroma amis pada hidangan ikan, telur, atau ayam.

11.    Daun Pandan 
Daun pandan untuk bumbu ukurannya lebih kecil dan beraroma wangi yang khas. Selain memberi aroma, daun pandan juga bisa digunakan sebagai pembungkus, seperti pada masakan ayam goreng pandan atau talam Thailand. Daun pandan juga bisa memberikan warna hijau pada masakan, caranya dengan menumbuk daun dan memeras airnya. Campur daun pandan dengan daun suji agar warna hijau yang dihasilkan lebih kuat. Untuk pengharum kue atau masakan, pilih daun pandan yang tidak terlalu tua atau muda. Potong-potong kasar agar aroma pandan lebih kuat dibanding dalam bentuk utuh. Aroma wangi daun pandan mudah menguap, karena itu tambahkan daun ke adonan atau masakan sesaat sebelum adonan atau masakan diangkat dari perapian.

 

Hadir di Solo, Bella Pasta Sajikan Rasa Pasta Italia Mewah ala Kaki Lima

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah