logo


Di Usia Senja, Waldjinah Menghendaki Tiga Hal Berikut

Waldjinah mempunyai lagu-lagu yang hits yang fenomenal, sehingga layak diperdengarkan ulang melalui aransemen baru.

29 November 2016 14:16 WIB

Maestro Keroncong Indonesia, Waldjinah.
Maestro Keroncong Indonesia, Waldjinah. Jitunews/Miftahul Abrori

SOLO, JITUNEWS.COM – Maestro Keroncong Indonesia, Waldjinah merupakan sosok seniman yang melegenda. Di usianya ke-71 di bulan November 2016 ini, Waldjinah mempunyai tiga keinginan, yakni buku tentang perjalanan karirnya, kembali masuk ke dapur rekaman, dan mendirikan Museum Keroncong.

Impian Waldjinah tersebut, didukung oleh, Agi Sugiyanto, pemilik sebuah label musik di Jakarta. Agi bertindak sebagai Pimpinan Proyek penerbitan buku biografi dan album Waldjinah.

"Beliau punya mimpi-mimpi. Mimpi pertama ingin mewujudkan buku biografi tentang kisah perjalan karirnya, hidupnya, tentang dunia panggung keroncong. Kedua, beliau punya mimpi ingin menyanyi lagi, ingin rekaman lagi. Ketiga, beliau ingin mendirikan Museum Keroncong," kata Agi kepada Jitunews.com di Solo, Selasa (8/11), saat Agi menghadiri acara ulang tahun Waldjinah di Dapoer Djawa, Solo.


Belajar dari Kartini, Faye Simanjuntak Menjelma Sebagai Aktivis Pembela Hak-hak Perempuan

Agi menegaskan, sebagai pribadi maupun pelaku industri musik, dia mendukung dan merasa terharu ketika Waldjinah mengajaknya mewujudkan mimpi-mimpi penerbitan buku dan album. Proses penulisan buku dikerjakan oleh dua penulis, yakni Ning Hening dan Widi Ardiyanto Soebekti.

"Awal tahun 2017 akan diluncurkan berbarengan. Mudah-mudahan ini menjadi karya yang fenomenal. Ini sebuah oase, sebuah momentum untuk sang maestro," ujarnya.

Menurutnya, Waldjinah mempunyai lagu-lagu yang hits yang fenomenal, sehingga layak diperdengarkan ulang melalui aransemen baru. Selain lagu-lagu lawas, seperti Walang Kekek, Agi juga menyiapkan satu lagu baru untuk Waldjinah.

Penggarapan album tersebut melibatkan Budi Paramita, produser senior yang memiliki studio rekaman, di mana Waldjinah sering merekam lagu-lagu keroncongnya di studio milik Budi di era tahun 1980-an.

"Ada 10 lagu. Tentu ada lagu baru yang akan beliau nyanyikan. Semua dikemas dengan musik dan materi yang baru. Kita memilih lagu-lagu terbaik beliau, dan kita akan membuatkan satu single lagu baru," jelasnya.

Terkait Museum Keroncong, Agi mengatakan, untuk mewujudkannya perlu support dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah maupun tokoh-tokoh di negeri ini. Ia berharap mereka punya kepedulian terhadap musik keroncong, punya kepedulian terhadap Maestro Musik Keroncong, yang menurutnya, saat ini satu-satunya di Indonesia adalah Waldjinah.

"Museum Keroncong tidak hanya mempresentasikan Waldjinah, tetapi juga perjalanan musik keroncong di Indonesia. Berbagai benda-benda koleksi Waldjinah, seperti foto-foto, piala, piringan hitam, kaset dan CD album, serta penghargaan,bahkan beliau pernah mendapat penghargaan langsung dari Presiden Soekarno, akan ditempatkan di Museum Keroncong," pungkasnya.

Sodik Mudjahid, Berjuang untuk Agama dan Bangsa di Parlemen

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Syukron Fadillah