logo


Tak Ingin Jatuh Korban, Kapolri Ingatkan Demo 212 Tak di Jalan Protokol

Pasal 15 juga menjelaskan, apabila Pasal 6 UU tersebut dilanggar oleh massa aksi, maka aksi demonstrasi tersebut boleh dibubarkan oleh polisi.

27 November 2016 12:59 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri Jendral Tito Karnavian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan aksi damai 'Bela Islam' jilid III di jalan protokol Jakarta, pasalnya kegiatan tersebut dapat mengganggu ketertiban umum.

"Yang kami tak ingin adalah unjuk rasa yang dilakukan di jalan umum protokol. Kenapa? kalau itu terjadi (maka) mengganggu ketertiban publik dan itu diatur dalam Pasal 6 UU Nomor 11 Tahun 1998," ujarnya kantor PBNU, Jakarta, Minggu (27/11). 

Selain itu, di Pasal 15 juga menjelaskan, apabila Pasal 6 UU tersebut dilanggar oleh massa aksi, maka aksi demonstrasi tersebut boleh dibubarkan oleh polisi.


Tanggapi Pernyataan Prabowo dan Jokowi, Tito Karnavian: Saya Sebagai Pimpinan Kepolisian...

Namun, menegakan pasal tersebut sangat berpotensi menciptakan kericuhan, mengingat massa yang kemungkinan turun ke jalan jumlahnya lebih dari ribuan.

"Kalau sudah ribuan pembubaran pasti ada konflik," tuturnya.

Oleh karena itu, Kapolri kembali menegaskan, agar aksi yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 2 Desember mendatang tidak dilaksanakan di jalan protokol, seperti di sekitar Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin.

"Lebih baik dari pada nanti ada korban, lebih baik jangan di situ," tutupnya.

Amankan Wanita Bawa Anjing ke Masjid, Polisi: Keterangannya Berubah-ubah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah