logo


Pertamina Percepat Pengoperasian PLTP Lahendong Unit 5 & 6 Total Project

PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 merupakan PLTP milik Pertamina Geothermal Energy yang ke-4 dan ke-5, yang dibangun dengan pola total project

26 November 2016 20:00 WIB

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam.
Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. Istimewa

TOMOHON, JITUNEWS.COM- PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy, sukses melakukan percepatan pelaksanaan pembangunan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 total project dengan nilai investasi US$ 228,7 juta.

Project PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dimulai pada September 2012 dengan dilakukannya pengadaan lahan dan disusul dengan penandatangan kontrak engineering, procurement, construction, commissioning (EPCC) PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 berkapasitas 2x20 MW pada 01 Desember 2014.

Commercial operation date (COD) PLTP Lahendong Unit-5 berhasil dimulai pada 15 September 2016, atau 107 tujuh hari lebih cepat dari perencanaan awal pada 26 Desember 2016.


Jokowi Minta 34 Proyek Listrik yang Mangkrak Dipastikan Statusnya

PLTP Lahendong Unit 6 diharapkan selesai pada Desember 2016 yang sekaligus menjadi hadiah ulang tahun bagi Pertamina. Jika target tersebut tercapai, jauh lebih cepat dari rencana COD yang semula diharapkan pada Juni 2017.

PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 merupakan PLTP milik Pertamina Geothermal Energy yang ke-4 dan ke-5, yang dibangun dengan pola total project, setelah PLTP Kamojang Unit-4, Kamojang Unit-5, dan Ulubelu Unit-3.

Total project artinya proyek dilaksanakan oleh Pertamina Geothermal Energy mulai dari tahapan eksplorasi dan pengembangan lapangan uap hingga pembangunan dan pengoperasian PLTP, untuk kemudian listriknya dijual kepada PT PLN (Persero) dan didistribusikan kepada masyarakat konsumen.

Hari ini, Sabtu, 26 November 2016, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, melakukan peninjauan terhadap kemajuan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 total project tersebut.

Jonan didampingi Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey; Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam; dan Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Irfan Zainuddin.

Syamsu Alam memberikan apresiasinya kepada Pertamina Geothermal Energy yang mampu menuntaskan proyek jauh lebih cepat dari target sekaligus membuktikan kemampuan dan kompetensi para pekerja dalam menuntaskan proyek penting tersebut.

Menurut Syamsu, kemapanan kompetensi pekerja Pertamina Geothermal Energy dalam melakukan pengawasan proyek menjadi faktor utama bagi keberhasilan proyek ini.

“Penyelesaian proyek ini dengan lebih cepat dari target menunjukkan bahwa para pekerja Pertamina Geothermal Energy sangat menguasai kompetensinya secara komprehensif sehingga cepat dalam mengambil keputusan dan mampu melakukan terobosan di setiap lini," jelas Syamsu.

"Komunikasi yang efektif dengan para mitra dan juga seluruh stakeholder termasuk masyarakat sebagai penerima manfaat terbesar menjadikan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 total project dapat tuntas dengan hambatan yang relatif minimal,” imbuh Syamsu.

Listrik yang dihasilkan dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 total project akan masuk ke dalam sistem grid SULUTENGGO (Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo) yang mempunyai daya mencapai 320 MW dan kebutuhan listrik sebesar 340 MW.

Apabila seluruh pembangkit dapat beroperasi normal, panas bumi di Lahendong dapat berkontribusi sekitar 120 MW pada saat PLTP Lahendong Unit 6 mulai beroperasi Desember 2016.

“Dengan demikian keberadaan kedua PLTP ini sangat penting artinya bagi upaya pemerintah untuk meningkatkan elektrifikasi di daerah yang pada akhirnya diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal menjadi lebih cepat,” imbuh Syamsu.

 

Sayang Betul, 34 Proyek Listrik Bernilai Triliunan Mangkrak

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro