logo


Kementan Bakal Tindak Tegas Para Pelaku Pemotongan Sapi Betina Produktif

Perilaku peternak tersebut sangat bertolak belakang dengan semangat yang dicanangkan oleh pemerintah dalam mewujudkan swasembada daging sapi.

23 November 2016 12:24 WIB

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Ketut Diarmita (kanan).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Ketut Diarmita (kanan). dok. Kementan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hingga saat ini, langkah pemotongan sapi betina produktif masih terus terjadi di rumah-rumah potong hewan (RPH). Maraknya pemotongan sapi betina produktif tersebut lebih dikarenakan kurangnya pasokan daging, sehingga para peternak kemudian memotong sapi tersebut.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita, mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku pemotongan sapi betina produktif. Pasalnya, perilaku peternak tersebut sangat bertolak belakang dengan semangat yang dicanangkan oleh pemerintah dalam mewujudkan swasembada daging sapi.

“Kita akan tindak tegas, saat ini kita sedang gencar melakukan peningkatan populasi justru mereka memotong sapi betina produktif yang merupakan sumber peningkatan populasi sapi,” kata Ketut di Jakarta, Rabu (23/11).


Kunjungi RPH, Mentan : Kami Akan Impor Indukan Sapi 30 Ribu Ekor

Terkait hal itu, Ketut pun menegaskan bahwa pemerintah saat ini sudah mengeluarkan kebijakan baru, karenanya peternak jangan lagi beralasan memotong sapi betina produktif karena kekurangan pasokan. Menurutnya, tatkala hari-hari besar yang membutuhkan ketersediaan daging dan ada peningkatan permintaan konsumsi, maka langkah impor daging sapi bisa dilakukan.

“Tetapi kalau masih ada yang tetap melakukan pemotongan sapi betina produktif, maka akan kita tindak tegas,” pungkas Ketut.

DPR Temukan RPH Tak Terawat di NTB, Begini Tanggapan Mentan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana