logo


Upsus Siwab, Strategi Jitu Kementan Wujudkan Swasembada Daging Sapi

Kementan menargetkan adanya lonjakan produksi sapi 200 persen dalam kurun waktu 5 s.d 6 tahun ke depan.

23 November 2016 11:06 WIB

Pedagang daging sapi.
Pedagang daging sapi. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di awal kepemimpinan Jokowi-JK, pemerintah mencanangkan target capaian swasembada daging sapi secepatnya. Namun, sampai saat ini target tersebut masih belum terwujud. 

Karenanya, untuk kembali meningkatkan produktivitas sapi nasional, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggulirkan program swasembada sapi lewat program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Dalam program tersebut, Kementan menargetkan adanya lonjakan produksi sapi 200 persen dalam kurun waktu 5 s.d 6 tahun ke depan.


Komite Daging Sapi Jakarta Berharap Pemerintah Cabut Pembatasan Impor Daging

Beberapa waktu yang lalu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita, menyebutkan, hingga saat ini populasi sapi dan kerbau di Indonesia sebanyak 15.196.154 ekor. Dari total tersebut, untuk sapi perah sebanyak 472.000 ekor, dan kerbau sebanyak 1.127.000 ekor.

“Dari populasi tersebut, sebanyak 5.918.921 ekor merupakan sapi betina berumur 2 tahun hingga 8 tahun, sementara sapi potong sebanyak 6.622.835 ekor,” tutur Ketut, di Jakarta.

Ketut menegaskan bahwa pada tahun ini ada sekitar 5,91 juta ekor sapi betina yang siap bunting, dan target yang dicanangkan oleh pihak Kementan dari Upsus Siwab tersebut adalah pada pencapaian dan tingkat keberhasilannya sekitar 75 persen, maka pada tahun depan akan ada sekitar 3 juta ekor anak sapi yang baru lahir.

Diharapkan, dengan adanya program tersebut, lanjut Ketut, peningkatan populasi sapi di Tanah Air segera terwujud dan target swasembada bisa tercapai.

Tingkatkan Populasi Sapi, Kementan Luncurkan Program Upsus SIWAB

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana