logo


3 Jenderal Militer di Balik Kekerasan Etnis Rohingya

Serangan tentara Myanmar telah menghanguskan lebih dari 1.250 rumah warga muslim di lima desa

23 November 2016 05:00 WIB

Anak-anak Rohingya berada di tengah bangunan yang ludes terbakar
Anak-anak Rohingya berada di tengah bangunan yang ludes terbakar Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menurut laporan media pemerintah Myanmar, ribuan tentara Myanmar atau yang dikenal dengan sebutan Tatmadaw, telah menewaskan hampir 70 orang dan menangkap lebih dari 400 orang etnis Rohingya di Rakhine State. Rakhine State sendiri merupakan wilayah yang berada di selatan negara Myanmar.

Aksi tentara Myanmar tersebut melahirkan kecaman dari dunia. Banyak yang meminta agar medali perdamaian yang diterima pemimpin pro demokrasi Myanmar, Aung Syu Kyii, dicabut karena tidak menghentikan tindakan keji balatentaranya

Dalam sepekan terakhir, serangan itu telah menghanguskan lebih dari 1.250 rumah warga muslim di lima desa. Akibatnya, 30 ribu Penduduk Rohingya terpaksa mengungsi. Mereka kerap mendapatkan kekerasan dari militer Myanmar. Dan berikut ini tiga jenderal militer yang dinilai bertanggung jawab dalam operasi militer berdarah tersebut:


ABK Myanmar Korban Human Trafficking Bakal Diberi Upah

1. Jenderal Senior, Min Aung Hlaing

Menjabat sebagai Panglima tertinggi angkatan bersenjata Myanmar, Min Aung Hlaing merupakan satu-satunya prajurit dengan pangkat militer paling puncak. Pangkatnya digambatkan dengan lima bintang, dengan satu bintang berukuran besar yang dikelilingi padi.

Min mulai dikenal setelah memimpin pasukan untuk mematahkan perlawanan Aliansi Nasional Demokrat Myanmar di Kokang. Ia menggantikan Jenderal Shwe Mann sebagai Kepala Staf Gabungan AD, AL dan AU.

Pada 3 April 2012, pemerintah Myanmar mengumumkan promosi Min menjadi Wakil Senior Jenderal, pangkat tertinggi kedua di Angkatan Bersenjata Myanmar. Akhirnya, ia kembali dipromosikan jenderal senior pada Maret 2013.

2. Wakil Senior Jenderal, Soe Win

Di bawah Min Aung Hlaing ada Soe Win. Soe merupakan orang kedua tertinggi di lingkungan militer Myanmar. Dia menjabat sebagai Deputi Komandan Angkatan Bersenjata Tatmadaw, sekaligus Komandan Tertinggi Angkatan Darat Myanmar.

Soe pernah ditunjuk sebagai tim negosiator untuk berdamai dengan kelompok pemberontak, dan disebut berhubungan dekat dengan mantan Wakil Ketua Badan Perdamaian Negara dan Pembangunan, Wakil Senior Jenderal, Maung Aye.

Selain itu, Soe juga pernah memimpin pertempuran melawan Pasukan Pembebasan Kachin (KIA), yang dituding ingkar terhadap perjanjian gencatan senjata.

3. Jenderal Khin Aung Myint

Khin Aung Myint yang merupakan Komandan Tertinggi Angkatan Udara Myanmar, memiliki peran penting dalam dalam penyerangan Tatmadaw ke Rakhine State. Pengangkutan dan pengangkutan logistik lewat udara menjadi tanggung jawab pria kelahiran 30 Januari 1958 ini.

Jubir FPI : Mau Ikut ke Rohingya? Harus Siap Mati Syahid!

Promosi perwira tinggi berhasil diperolehnya pada 2005, dan ditunjuk sebagai Komandan Pangkalan Udara Myeik. Setelah melalui berbagai jenjang, dia diangkat menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Udara Myanmar pada 14 Februari 2013, dan pangkat Jenderal diraihnya pada 13 Februari 2014.

Kepercayaan Suu Kyi Terpilih Jadi Presiden Myanmar Non Militer Pertama

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro