logo


Diperkosa Tentara Myanmar, Begini Pengakuan Perempuan Muslim Rohingya

Pemerintah dan militer Myanmar membantah pengakuan tersebut

23 November 2016 04:30 WIB

Beberapa perempuan Muslim di dekat kota Thandwe, Burma barat menangis setelah kehilangan rumahnya akibat dibakar warga dalam kekerasan sektarian
Beberapa perempuan Muslim di dekat kota Thandwe, Burma barat menangis setelah kehilangan rumahnya akibat dibakar warga dalam kekerasan sektarian Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Konflik tengah berkecamuk di Myanmar, tepatnya di kawasan Rakhine State. Konflik ini melibatkan tentara Myanmar dan warga muslim Rohingya di wilayah tersebut.

Tak hanya membakar kampung yang dihuni Muslim Rohingya, tentara Myanmar juga memperkosa puluhan perempuan di sana. Setidaknya ada delapan perempuan Rohingya yang menceritakan mimpi buruk mereka.


Konflik: 14,4 Juta Orang Terancam Kelaparan di Yaman

Perempuan Rohingya di tengah bangunan yang ludes terbakar (Foto: Ist)

Dikutip kantor berita reuters, seorang wanita berusia 40 tahun dari Desa U Shey Kya, mengaku diperkosa 4 orang tentara Myanmar. Tentara itu juga memperkosa putrinya yang baru berusia 15 tahun.

"Mereka membawa saya masuk ke rumah dan memperkosa saya," kata perempuan tersebut. Parahnya lagi, tentara Myanmar juga merampok perhiasan dan uangnya.

Sementara itu, perempuan lain di desa yang sama menceritakan, dirinya diperkosa secara bergiliran oleh tentara Myanmar. "Mereka bilang pada saya 'Kami akan membunuhmu! Kami tak akan membiarkanmu hidup di negara ini!'," ujar perempuan berusia 30 tahun itu menirukan ucapan pemerkosa.

Para pria di desa U Shey Kya umumnya sudah pergi meninggalkan desa lantaran dituding sebagai militan. Dan yang tinggal di desa itu saat ini hanyalah para wanita karena mendengar kabar rumah-rumah yang kosong akan dibakar tentara Myanmar.

Tentara Myanmar juga sengaja mencampurkan pasir ke penampungan beras warga Rohingnya. "Kami tak bisa ke desa lain untuk meminta pertolongan medis. Saya tak punya makanan, pakaian dan uang. Saya merasa malu dan takut," kata wanita lain yang berusia 32 tahun.

Jubir FPI : Mau Ikut ke Rohingya? Harus Siap Mati Syahid!

Terkait dengan hal tersebut, pemerintah dan militer Myanmar membantahnya. Mereka menyebut, pengakuan tersebut sebagai sebuah karangan yang tak masuk akal. "Ini cuma propaganda yang dibuat kelompok Muslim," sanggah Kepala Polisi Provinsi Rakhine, Kolonel Sein Lwin.

Kepercayaan Suu Kyi Terpilih Jadi Presiden Myanmar Non Militer Pertama

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro