logo


Kepala Balitbangtan Klaim Jawa Barat Barometer Produktivitas Padi Nasional

"Kalau produksi meningkat kesejahteraan petani pasti akan terwujud," ucap Syakir

22 November 2016 14:16 WIB

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Muhammad Syakir.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Muhammad Syakir. Istimewa

SUBANG, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Muhammad Syakir, mengatakan bahwa sampai saat ini Jawa Barat masih menjadi barometer produktivitas hasil padi nasional, khususnya untuk persawahan yang beririgasi teknis.

"Kita lakukan uji coba penerapan varietas unggul padi inbrida 30,32 dan 33 di Jawa Barat karena sampai saat ini Jawa Barat adalah barometer peningkatan produksi padi nasional khususnya persawahan yang beririgasi teknis," demikian kata Muhammad Syakir di Subang Jawa Barat, Selasa(22/11).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hampir seluruh persawahan yang ada di Jawa Barat adalah persawahan yang beririgasi teknis.


Akibatkan Kerugian Besar, Bupati Bekasi Dukung Mentan Pidanakan Pelaku Disfungsi Lahan Pertanian

Oleh karena itu, menurutnya, penerapan teknologi jarwo super dan penanaman varietas unggul Inbrida 30,32 dan 33 di mulai dari Jawa Barat. Pasalnya, dengan hasil panen yang cukup maksimal saat ini Kementan akan mengembangkan varietas yang sama di seluruh Indonesia terutama di persawahan yang beririgasi teknis.

"Oleh karena itu, saya berharap agar para petani dan para penyuluh segera menyebarkan teknologi ini," demikian katanya.

Menurutnya, kalau ingin mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan untuk 20 tahun ke depan, langkah intensifikasi adalah cara yang paling efektif. Kita tidak terlalu ambisi untuk melakukan ekstensifikasi.

"Penguatan intensifikasi ini dilakukan selain untuk meningkatkan produksi, kesejahteraan para petani juga menjadi tujuan utama," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dilakukan pemerintah mulai dari peningkatan produktivitas hasil pangan.

"Kalau produksi meningkat, kesejahteraan petani pasti akan meningkat pula," tukasnya.

Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah