logo


Kisah Sukses Sarjana Asal Payakumbuh Raup Cuan ‘Pedas’ dari Budidaya Cabai

Sejauh ini, rata-rata per bulan Deded bisa meraih pendapatan bersih sekitar Rp 15 juta.

22 November 2016 14:13 WIB

Budidaya cabai kopay.
Budidaya cabai kopay. Istimewa

PAYAKUMBUH, JITUNEWS.COM – Kecintaannya terhadap dunia agribisnis menggiring seorang sarjana komputer asal Payakumbuh bernama Deded Fery Andesta mempelajari banyak hal tentang bidang pertanian, khususnya budidaya cabai.

Yang mengagumkan, berkat cabai, lulusan Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (UPI-YPTK) Padang itu bisa menghasilkan puluhan juta rupiah tiap kali melakukan panen lho.

Pria yang akrab disapa Deded ini mengaku serius menggeluti usaha pembudidayaan cabai sejak sang Ayah meninggal dunia.


Budidaya Cabai Sistem Mulsa Raup Untung Besar? Ini Buktinya

“Sejak Bapak meninggal, saya yang meneruskan profesinya jadi petani. Enggak malulah jadi petani, saya belajar banyak dari sini," ungkap Deded, seperti diwartakan sinar tani belum lama ini.

Deded mengaku, saat pertama kali menggeluti usaha budidaya cabai, kedua orang tuanya memanfaatkan lahan sekitar tempat tinggalnya untuk bertanam cabai. Belakangan, bersama 14 pemuda di Kelurahannya, Deded membentuk sebuah Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) yang diberi nama Tunas Muda.

Hal itu dilakukan setelah ia mendapat bimbingan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh hingga berhasil mengikuti program Pemuda Pelopor tahun 2014 dan 2015.

“Dari modal awal Rp 3 juta, Alhamdulillah aset Tunas Muda sekarang mencapai Rp 82 juta,” aku Deded.

Jenis cabai yang dibudidayakan Deded berbeda dengan jenis biasanya, yakni cabai berukuran lebih panjang atau disebutnya cabai kopay. Keunggulan cabai kopay ini diakui Deded memiliki panjang mencapai 30 cm, biji lebih sedikit, daging lebih tebal, dan tahan lama. 

Namun, saat hendak menanam cabai kopay, Dede tak menyangka ternyata bibit cabainya itu mengalami perkawinan silang dengan cabai rotan.

“Bibit cabai kopay yang saya gunakan memiliki ukuran besar dan panjang. Tapi saat itu ada bibit cabai yang mati dan terpaksa harus membeli bibit cabai lain, yaitu caba rotan dan ditanam berdekatan,” papar Deded.

Setelah melihat hasilnya cukup bagus, lantas Deded berusaha membudidayakan cabai hasil kawin silangnya itu. Pasalnya kata dia, cabai tersebut dinilai lebih berkualitas dibandingkan cabai lainnya.

Keunggulan tersebut membuat cabai hasil budidaya Deded banyak diminati. Dan, otomatis pundi-pundi rupiahnya pun makin tebal. Deded mengaku, sejauh ini rata-rata per bulan ia bisa meraih pendapatan bersih sekitar Rp 15 juta. 

“Saya senang karena secara tidak langsung bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar tempat tinggal kami,” tukas Deded.

Usung Budidaya Cabai High Population, Pria Ini Sukses Raup Omzet Puluhan Juta!

Halaman: 
Penulis : Riana