logo


Target Ekspor Bawang Merah Delapan Ribu Ton Dinilai Terlalu Besar

Pihak Kementan menargetkan ekspor bawang merah bisa di atas 8.000 ton pada tahun ini.

21 November 2016 13:05 WIB

Petani melakukan panen bawang merah di Desa Leces, Kecamatan Leces, Probolinggo, Jatim, Rabu (21/5).
Petani melakukan panen bawang merah di Desa Leces, Kecamatan Leces, Probolinggo, Jatim, Rabu (21/5). Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pada tahun ini pemerintah menargetkan 8.000 ton bawang merah untuk ekspor. Namun, para petani menilai bahwa target impor tersebut terlalu besar.

"Ekspor hingga 8.000 ton itu kegedean, sementara produksi saat ini terus menurun sebagai dampak dari cuaca yang tidak menentu," demikian kata Ikhwan Arif kepada Jitunews.com, Senin (21/11).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pasar ekspor bawang merah tidak menarik lagi, sementara untuk di dalam negeri saat ini pasokannya masih belum maksimal sehingga berdampak pada naiknya harga.


Pertamina Dukung Ibu-ibu Bikin PUB'G

Menurutnya, saat ini yang menjadi fokus adalah bagaimana meningkatkan produksi dan menjaga ketersediaan bawang merah di dalam negeri. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa harga bawang ekspor saat ini cenderung menurun.

"Ekspor bawang merah saat ini sudah tidak menguntungkan lagi," demikian katanya.

Ia menyarankan agar target ekspor bawang merah dikurangi sehingga mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Sebagaimana diketahui pemerintah pada saat ini gencar melakukan ekspor bawang merah ke beberapa negara potensial seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan Hongkong. Pihak Kementan menargetkan ekspor bawang merah bisa di atas 8.000 ton pada tahun ini.

Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah