logo


“Di Pilpres 2019, Siapa Tahu Nanti Muncul Jokowi-Habib Rizieq”

Menurutnya, setidaknya pasca kejadian itu memunculkan tokoh-tokoh baru yang pantas diperhitungkan di pentas nasional

20 November 2016 07:45 WIB

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio
Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio harianindo

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pendiri lembaga Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), Hendri Satrio, menilai, pasca demo besar umat Islam 4 November (411) yang meminta agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum karena diduga menistakan agama, memberikan efek positif.

Menurutnya, setidaknya pasca kejadian itu memunculkan tokoh-tokoh baru yang pantas diperhitungkan di pentas nasional, khususnya menjelang Pilpres 2019 mendatang.

“Ahok Effect ini nilai positifnya telah memunculkan tokoh-tokoh baru yang diperhitungkan di pentas nasional, dan layak untuk dimajukan pada Pilpres 2019. Sebut saja ada nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang disebut-sebut pantas jadi capres, lalu Sri Mulyani, Tito Karnavian,” papar Hendri dalam diskusi Ahok Effect di Jakarta, Sabtu (19/11).


PKB Teriaki Golkar Agar Tak Bebani Jokowi Soal Pilpres 2019

Ia pun tak menampik kalau nama Hary Tanoe dan Habib Rizieq ikut meramaikan pada Pilpres 2019. Nama Habib Rizieq, kata Hendri, bisa saja mencuat kalau ia tampil elegan dalam masa-masa mendatang.

“Misalnya, nanti ketika demo 212 atau 2 Desember, Habib Rizieq mampu berpidato mendayu-dayu menyejukkan umat, maka bukan tak mungkin akan memberi pesona kepada masyarakat luas. Siapa tahu nanti, muncul Jokowi-Habib Rizieq atau Jokowi-Gatot, bisa saja terjadi,” kelakar Hendri.

 

Usai Rapimnas, Partai Republik Resmi Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Halaman: 
Penulis : Riana