logo


Pengamat: Ahok Sebaiknya Kerja, Djarot yang Bicara ke Publik

Kata Hendri, yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana menjaga dan menenangkan situasi.

20 November 2016 06:00 WIB

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pendiri lembaga Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), Hendri Satrio, menyarankan, sebaiknya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggunakan strategi kerja, kerja, dan kerja. Sedangkan, bagian yang berbicara di publik itu sebaiknya pasangannya, Djarot Saiful Hidayat.

“Karena kalau dia (Ahok) bicara, ada konstelasi yang baru,” tutur Hendri dalam diskusi Ahok Effect di Jakarta, Sabtu (19/11).

Pasalnya, kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina itu, di tengah Presiden Joko Widodo tengah berupaya menenangkan situasi, Ahok malah kembali mengeluarkan statement panas. Yakni, mempertanyakan apakah masyarakat yang demo pada 4 November 2016 dibayar Rp 500 ribu.


Pengamat: Ahok Butuh Jubir Khusus yang Profesional

“Jokowi tenangkan situasi, Ahok statement lagi, panas lagi,” tutur Hendri.

Oleh karenanya, lanjut Hendri, yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana menjaga dan menenangkan situasi.

“Jangan sampai terjadi benturan, sehingga Indonesia tetap aman,” pungkasnya.

 

Pengamat: Presiden Gamang Terhadap Loyalitas TNI dan Polri

Halaman: 
Penulis : Riana