logo


Sukseskan Swasembada Pangan, Benih Unggul Padi Hibrida Jadi Pilihan Utama Petani

Menurut pengamat pertanian, Khudori, benih unggul padi hibrida masih menjadi pilihan utama masyarakat petani dalam meningkatkan produktivitas hasil di sektor pertanian.

17 November 2016 17:30 WIB

Padi hibrida.
Padi hibrida. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di tengah gencarnya semangat pemerintah dalam menyukseskan swasembada pangan, banyak upaya telah dilakukan termasuk pemanfaatan benih unggul yang ada di tanah air. Menurut pengamat pertanian, Khudori, benih unggul padi hibrida masih menjadi pilihan utama masyarakat petani dalam meningkatkan produktivitas hasil di sektor pertanian.

“Benih padi hibrida ini masih banyak dicari oleh para petani karena produksi tinggi, rendemen tinggi, dan tahan terhadap hama penyakit,” ujar Khudori saat berbincang dengan wartawan Jitunews.com, Kamis (17/11).

Lebih lanjut ia mengatakan, kendati harga benih padi hibrida cukup tinggi tetapi keinginan masyarakat untuk menanam padi hibrida masih cukup besar. “Ini karena keunggulannya,” imbuhnya.


Belajar Menanam Padi Hibrida dari Negara Tetangga

Kelebihan dari benih padi hibrida adalah dapat dibudidayakan di lahan kering. Benih padi hibrida ini juga bisa dikembangkan di lahan non teknis. "Kalau padi kebanyakan dapat tumbuh baik di lahan irigasi teknis, tapi hibrida lain, dia dapat tumbuh dengan baik di lahan irigasi teknis dan lahan kering," demikian katanya.

Ia kemudian mencontohkan, di beberapa tempat yang gencar memanfaatkan padi hibrida, pada akhirnya bakal mendapatkan hasil produksi yang sangat tinggi.

“Beberapa daerah padi hibrida memberikan peluang peningkatan hasil yang cukup signifikan tanpa meningkatkan areal lahan. Di Sumatera Utara, menggunakan hibrida dengan teknologi yang tepat, mampu memberikan kenaikan hasil sebesar 63 persen dibandingkan padi varietas lain,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa benih padi hibrida akan memberikan peningkatan hasil lebih tinggi lagi jika ditanam di wilayah dengan karakteristik tertentu, karena sifat unggul yang ada dalam padi hibrida tidak dirancang khusus untuk meningkatkan hasil panen, tetapi untuk meminimalisir hilangnya potensi hasil panen karena masalah biotik dan abiotic yang dihadapi petani.

“Jika digunakan dengan tepat sasaran (tepat wilayah dan tepat jenis), teknologi pembenihan padi hibrida dapat meningkatkan produksi sebesar 30 – 50 %,” ujarnya.

Menurutnya, untuk bisa meningkatkan produksi di sektor pangan, pemerintah perlu menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan varietas unggul padi hibrida yang sudah terbukti kualitasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendorong masyarakat petani untuk bisa memanfaatkan varietas padi hibrida.

“Kita terus mendorong penanaman padi hibrida karena menjadi salah satu cara meningkatkan produktivitas,” kata Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong setiap upaya riset yang dilakukan oleh masyarakat dan juga pelaku usaha untuk kemudian dikembangkan di dalam negeri.

“Harapannya setiap hasil riset tersebut bisa kita kembangkan di dalam negeri dengan tujuan untuk bisa meningkatkan hasil produksi padi nasional,” tukasnya.

Hasil juga mengakui bahwa dari riset yang dilakukan sejumlah lembaga selama ini, menunjukkan bahwa adanya peningkatan mutu dan kualitas dari padi hibrida yang bisa tahan terhadap hama penyakit dan mampu bertahan terhadap cekaman iklim maupun kekeringan.

Pengamat: Penggunaan Padi Hibrida Terkendala Sosialisasi Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan