logo


Mentan Jamin Stok Beras Nasional Aman hingga Mei 2017

"Stok ini kami jamin mampu cukupi sampai Mei tahun depan (2017). Maret nanti akan terjadi panen puncak padi"

17 November 2016 11:37 WIB

Pekerja memikul beras.
Pekerja memikul beras. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menuturkan bahwa stok pangan (beras) nasional saat ini (2016) mencapai dua juta ton. Artinya, ungkap Amran, stok pangan nasional aman.

Amran menjelaskan, peningkatan stok pangan ini terjadi saat tantangan musim cukup berat, yakni menghadapi El Nino dan La Nina yang serius. El Nino tahun 2015 adalah yang terbesar sepanjang sejarah atau setidaknya dalam 71 tahun terakhir.

"Stok ini kami jamin cukup sampai bulan Mei tahun depan (2017). Bulan Maret nanti akan terjadi panen puncak padi, sehingga stok pangan benar-benar tidak ada masalah, beras kita cukup. Dan mudah-mudah ancaman anomali iklim tahun 2017 sudah berlalu," kata Amran, Kamis (17/11), di Jakarta.

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya musim paceklik yang biasa terjadi pada bulan Desember hingga Februari, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menambah luas lahan tanam pada bulan Juli hingga September 2016. Pada bulan tersebut, luas tanam setiap tahunnya mengalami penambahan.

Amran menyebut, pada bulan Juli 2016 luas tanam padi mencapai 917.157 hektare (ha), sementara pada tahun sebelumnya hanya 644.091 ha. Kemudian pada bulan Agustus 2016, luas tanam mencapai 952.633 ha. Penambahan ini melonjak tinggi dari luas lahan tanam tahun sebelumnya hanya 566.782 ha.

"Demikian juga luas tanam pada bulan September, diyakini bertambah tahun ini (2016). Pada bulan September 2015, luas tanam sebesar 799-295 ha," sebut Amran.

Karena itu, Amran meminta agar masyarakat tenang dan tidak mengkhawatirkan persediaan pangan. Sekalipun terjadi paceklik atau gagal panen, Amran yakin, persediaan pangan negara masih cukup untuk menutupi kebutuhan pangan masyarakat yang mencapai 2,6 juta ton beras per bulan.

"Faktanya kalau biasanya Indonesia mengalami defisit, sekarang surplus beras," tukas Amran.

Mentan Minta Pelaku Pengoplos Beras Dihukum Seberat-beratnya

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro