logo


Hadirkan Ulama Mesir, Pengamat: Lebih Terhormat Kasus Ahok Ditangani Ulama RI

"Kalo gak ngerti agama, bilang saja gak ngerti. Angkat tangan aja. Ngapain ulama-ulama asal Mesir diminta bikin fatwa di sini?," ujar Indra Piliang.

14 November 2016 16:35 WIB

pengamat politik Indra J. Piliang.
pengamat politik Indra J. Piliang. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ulama asal Al Azhar, Mesir, Syekh Amr Wardani, menurut rencana bakal dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Adalah Penyidik Bareskrim Polri yang berinisiatif mendatangkan ulama asal Al Azhar tersebut.

Rupanya, seperti disampaikan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, kedatangan Syekh Amr Wardani adalah permintaan terlapor, Ahok. Tito pun mengaku tak mempermasalahkan permintaan tersebut.

Sayangnya, pemanggilan ulama dari luar melahirkan cibiran di dalam negeri.


Gelar Aksi 2503, PA 212 Sebut Akan Dihadiri Ribuan Orang

Salah satunya hadir dari pengamat politik Indra J. Piliang. Ia sangat menyayangkan, permasalahan dalam negeri justru coba diselesaikan atau ditangani oleh ulama luar negeri. Baginya, jauh lebih terhormat jika permasalahan dalam negeri ditangani oleh ulama-ulama asli Indonesia.

"Kalau gak ngerti agama, bilang saja gak ngerti. Angkat tangan aja. Ngapain ulama-ulama asal Mesir diminta bikin fatwa di sini?," ujar Indra Piliang menyindir.

Mengutip istilah Buya Syafii Maarif, Piliang mendefinisikan cara kerja aparat penegak hukum layaknya politik belah bambu. Bayangkan, pendapat ulama RI dibantah dengan menggunakan pendapat ulama Mesir.

Piliang menafsirkan, hadirnya ulama Mesir ke tanah air secara tidak langsung menginternasionalisasikan persoalan keagamaan yang berlaku di Indonesia. Tak menutup kemungkinan nanti Israel juga bakal masuk.

"Apa virus konflik di negara-negara Afrika Utara mau dipindahkan ke RI, dengan membuka pintu bagi kehadiran fatwa ulama-ulama Mesir? Berapa banyak konflik berbasis agama yang juga salah satunya muncul dari fatwa-fatwa yang dibuat ulama-ulama asal Mesir, juga mau dipindahkan?" ucap Piliang mempertanyakan.

Sambut Idul Fitri Penuh Syukur, MUI: Pandemi Covid-19 Menunjukkan Tren yang Melanda

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah