logo


Mantan Supir, Sukses dengan Surabi

Ali memodifikasi 63 varian rasa Surabi, yang terdiri dari Surabi Manis dan Surabi Pedas

20 November 2014 08:51 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

BOGOR, JITUNEWS.COM-Meskipun tidak terlibat langsung dalam hal masak-memasak, bergelut di dunia kuliner memang bukan pekerjaan yang asing bagi seorang Rahmawan Aliansyah. Tahun 2003, pria yang akrab disapa Ali ini sudah terjun langsung ke bisnis kuliner sebagai pelayan di Restoran Rafles, Cibogo, Bogor, Jawa Barat. Namun setelah empat tahun bekerja, ia pun memutuskan resign dari tempat tersebut, dan beralih menjadi driver catering di sebuah restoran di Cisarua, Bogor.

Setelah tiga tahun menjalankan profesi sebagai supir catering, Ali pun kembali memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya tersebut, dengan alasan ingin membangun sebuah usaha sendiri. Tepat saat ingin membangun usaha, temannya saat bekerja di Restoran Rafles menawarkan Ali untuk membuka cabang Serabi Duren yang digawanginya.

Surabi Duren yang berada di Jalan Raya Sukasari, Bogor-Jawa Barat awalnya adalah milik seorang pengusaha, dan Deden hanya orang kepercayaannya saja. Namun entah apa sebabnya, sang bos pergi dan menyerahkan semua pengelolaan Surabi Duren kepada Deden. Singkat cerita, Ali pun langsung menerima kerja sama dari Deden.


Simak! Kamu Tak Akan Pernah Sukses Jika...

Selang beberapa bulan kemudian, keduanya sepakat mengembangkan usaha dengan membuka cabang. Dari hasil patungan keduanya terkumpul modal sebesar Rp 15 juta untuk membuka cabang. Lokasi yang dipilih Deden dan Ali berada di Jalan Sukasari 1 No.7, Bogor-Jawa Barat. Kawasan ini dinilai strategis karena menjadi sentra kuliner malam.

Beberapa bulan setelah cabang Surabi Duren berjalan, Deden merasa keteter dengan penjualan di kedai Surabi Duren pusat dan tak lagi sanggup mengurus cabang. Deden pun menawarkan kepada Ali untuk mengambil alih cabang Surabi Duren tersebut. Hingga akhirnya, pada bulan Februari 2011, dengan mengembalikan modal sebesar Rp 10 juta yang dikeluarkan Deden saat patungan, maka cabang Serabi Duren pun menjadi milik Ali. Untuk membedakan, kedai miliknya dan Ali, Deden menamakan usahanya dengan label Surabi Duren Sukasari, sedangkan milik Ali dengan nama Surabi Duren 2.

Setelah outlet tersebut menjadi miliknya, Ali pun memodifikasi 63 varian rasa, yang terdiri atas Surabi Manis dan Surabi Pedas. Untuk Surabi rasa manis, Ali menyediakan pilihan topping berupa pisang, nangka, keju, hingga cokelat. Ditambah siraman kuah yang bervariasi sesuai selera pelanggan, mulai dari kuah durian, kuah kinca gula, susu, vla cokelat, vla strawberry, hingga vla vanilla. Sedangkan Surabi rasa gurih dan pedas, terdapat pilihan topping oncom, telur ayam, sosis, hingga suwiran daging ayam, dengan siraman saus mayones. Semua varian Surabi dijual dengan kisaran harga Rp 4 ribu sampai Rp 9 ribu/ buah.

Ragam Kreasi yang dihadirkan Ali membuat usaha yang baru menginjak satu tahun ini senantiasan kebanjiran pelanggan. Terbukti, dalam sehari, Ali mampu menjual 270 buah Surabi Duren aneka rasa. Dan jika dihitung-hitung, setiap bulan ia mampu mengantongi omset sekitar Rp 50 juta. “Ini belum termasuk pesanan dari konsumen, yang setiap bulan saya mendapatkan enam kali pemesanan untuk pesta pernikahan, ulang tahun, outbound, gathering, dan rapat, dengan nilai pesanan sebesar Rp 1-2 juta,” jelasnya. Selain itu, dalam sebulan ia juga sering mengikuti 1–2 pameran ataupun bazaar kuliner, yang diakuinya mampu mendongkrak popularitas produknya.

Dari keuntungan yang didapatkan selama menjalankan bisnis kulinernya tersebut, saat ini Ali telah memiliki investasi tanah di daerah Puncak. “Tanah tersebut, juga sudah saya fungsikan sebagai tambak Lele, biar tanahnya tidak nganggur,” ujar Ali. Pengelolaan ternak Lele tersebut, Ali sudah mempercayakan kepada orangtuanya.

Hal yang membuat Ali sukses dalam menjalankan usahanya tersebut adalah selalu memegang teguh prinsip kerja kerasnya dan tidak pernah putus asa. “Selain itu, kita dalam berbisnis harus selalu mau belajar dari kesalahan dan pengalaman,” jelasnya.

Ke depan, Ali sudah memiliki rencana untuk mengembangkan usahanya lebih maju lagi, terutama dalam hal peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan resep Surabi-nya agar lebih sempurna lagi. “Saya juga berniat untuk menambahkan variasi-variasi Surabi, supaya pelanggan tidak merasa bosan dengan menu yang ada,” ujarnya. Meskipun ia berniat untuk membuka cabang Surabi Duren lebih luas lagi, namun Ali mengaku tidak berniat untuk mewaralabakannya

 

Ingin Sukses? Terapkan 5 Kunci Sukses Ala Jack Ma

Halaman: 
Penulis : Hasballah