logo


Aksi 25 November Lebih Baik Tunggu Proses Penyelidikan

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menilai, aksi tersebut tidak menjadi persoalan.

10 November 2016 18:37 WIB

Sekjen PPP, Arsul Sani.
Sekjen PPP, Arsul Sani. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aksi Bela Islam jilid III rencananya dikabarkan akan digelar pad 25 November 2016 mendatang. Aksi ini akan mengusung tema 'Lengserkan Jokowi Jika Ahok Bebas'.

Seperti diketahui, pada aksi 4 November lalu, Presiden Joko Widodo terkesan tak mengindahkan tuntutan para demonstran.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menilai, aksi tersebut tidak menjadi persoalan, mengingat demonstrasi merupakan hak demokrasi.


Fahri Hamzah Sebut KIB Bohongan, PPP: Itu Bentuk Politisi Frustasi, Fokus Saja untuk Lolos Pemilu

"Itu kan memang hak demokrasi, hak berekspresi dan hak kebebasan berpendapat. Sepanjang prosedurnya dipenuhi ya gak masalah," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (10/11).

Anggota Komisi III RI ini beranggapan, apabila tuntutan aksi yang direncanakan bakal digelar pada tanggal 25 November mendatang memiliki tuntutan yang sama dengan aksi yang dilaksanakan pada tanggal 4 November yang lalu, maka alangkah baiknya apabila aksi tersebut menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Kalau proses penegakan hukumnya itu sudah on the track sesuai dengan rasa keadilan yang menjadi aspirasi hampir seluruh pengunjuk rasa, itu saya kira perlu dipertimbangkan rencana aksi itu," tutupnya.

Akan Daftar Pemilu Bersama Golkar dan PPP, PAN Ingin Tunjukkan Koalisi Indonesia Bersatu Kompak,

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah