logo


Eva Sundari Setuju Gusdur Jadi Pahlawan Nasional, Tapi Tidak Kalau Soeharto

Ketidaksetujuan Eva terhadap penunjukan Soeharto sebagai pahlawan nasional adalah karena kasus Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) yang membelit mantan Presiden Indonesia tersebut hingga saat ini belum terselesaikan

10 November 2016 11:21 WIB

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Eva Sundari.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Eva Sundari. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Setiap tanggal 10 November di Indonesia diperingati sebagai hari pahlawan. Tersiar kabar, di peringatan Hari Pahlawan tahun ini Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid (Gusdur) akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Politisi Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Eva Sundari, mengaku setuju apabila Gusdur ditetapkan sebagai pahlawan nasional, namun tidak untuk Soeharto.

"Kalau Gusdur aku setuju dia jadi Pahlawan, kalau Soeharto aku nggak setuju," ujar Eva di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (9/11) sore.


Jokowi Anugerahi KH As'ad Syamsul Arifin Gelar Pahlawan Nasional

Menurutnya, ketidaksetujuan terhadap penunjukan Soeharto sebagai pahlawan nasional adalah karena kasus Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) yang membelit mantan Presiden Indonesia tersebut hingga saat ini belum terselesaikan.

Terlebih, kata Eva, situasi Indonesia yang tidak membaik saat ini juga merupakan warisan dari Soeharto. Belum lagi kasus hilangnya mahasiswa-mahasiswa pada saat tragedi 1998 yang hingga saat ini belum menemukan penyelesaian.

"Ini kan menunjukkan melukai teman-teman mahasiswa yang bahkan ongkosnya sembilan nyawa dan ada yang hilang belum kembai. Intinya kalau Soeharto jangan dulu lah, kalau Gusdur aku oke," tutup Eva.

Politisi PKS Sebut, Inti Kepahlawanan Itu Pengorbanan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana