logo


6 Orang Kuat Dunia yang Berani Mengecam Donald Trump

Tegasnya, Trump punya 'musuh' dari tokoh-tokoh dunia yang sangat berpengaruh di jagad raya ini

9 November 2016 16:19 WIB

Presiden Amerika Serikat Terpilih, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Terpilih, Donald Trump. washingtontimes.com

AMERIKA SERIKAT, JITUNEWS.COM - Tokoh dunia, yang notabene orang yang dapat mempengaruhi dunia, punya nyali untuk berlawanan atau berseberangan prinsip dengan pemimpin negara adi daya sekali pun, itulah Donald Trump.

Trump, hingga hari Rabu sore ini, memperoleh keunggulan suara cukup jauh dari Hillary Clinton yang membuat posisi Trump di ambang kemenangan pada Pilpres AS, sebelum 'KPU' AS mengumumkan secara resmi kemenangan Trump.

Namun begitu, jika Trump memangku jabatan Presiden AS ke-45, ia tetap akan mengalami masalah besar dalam pergaulan global. Lantaran pernyataan Trump perihal pelarangan kaum Muslim untuk datang ke Amerika Serikat. Hal ini sudah tentu memantik emosi banyak kalangan.


Debat Puncak Hillary vs Trump, Inspirasi untuk Pertaruhan Politik Masa Depan Indonesia

Sejumlah miliarder yang juga orang terkaya dunia tak ketinggalan mengecam keras pernyataan Trump itu. Trump sendiri adalah juga salah satu orang terkaya dunia.

Tegasnya, Trump punya ”musuh” dari tokoh-tokoh dunia yang sangat berpengaruh di jagad raya ini. Siapa saja tokoh dimaksud? Berikut ulasannya.

1. Pangeran Arab Alwaleed Bin Talal

(Foto: Reuters)

Orang terkaya dunia ke-34 ini geram dengan pernyataan Trump tentang Muslim. Saking kesalnya, dalam akun twitter, Pangeran Arab ini menyebut Trump adalah aib bukan hanya bagi partai Republik (Grand Old Party/GOP), tetapi juga bagi Amerika Serikat.

Sejak semula, Alwaleed meminta Trump untuk menarik diri dari pencalonan presiden yang menurut Alwaleed tak akan pernah dimenangi Trump. Tetapi ternyata malah Trump yang terpilih menjadi Presiden AS ke-45.

2. CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker

(Foto: Reuters)

Bos maskapai penerbangan Qatar Airways, Akbar Al Baker, juga terang-terangan mengecam Donald Trump karena pernyataannya itu. Baker memperingatkan Trump bahwa dia tidak akan diterima di negara muslim.

”Saya mengatakan itu sebagai reaksi saya sebagai seorang Muslim. Saya tersinggung karena ini, terutama karena itu datang dari teman saya sendiri,” tuturnya dilansir dari CNN Money.

”Saya tidak menyangka Trump bisa begitu naif untuk mengungkapkan pernyataan itu,” ketus Baker.

3. Miliarder Arab, Khalaf Al Habtoor

(Foto: khalafalhabtoor.net)

Salah satu orang terkaya di Arab mengaku sangat menyesal pernah mendukung Donald Trump.  Habtoor mendukung Trump dan menuliskannya pada sebuah surat kabar yang terbit pada bulan Agustus 2015.

”Saya bilang kita (orang Arab, red) muak dengan politisi, mereka merusak Timur Tengah, kita butuh pebisnis sukses seperti Trump,” begitu salah satu kutipan yang ditulis Habtoor di surat kabar pada bulan Agustus 2015.

Dia terkejut dengan pernyataan Donald Trump dan menyesal pernah mendukungnya di surat kabar itu.

”Saat dia berbicara mengenai Muslim, menyerang mereka, saya harus mengakui bahwa saya telah berbuat salah karena pernah mendukung Trump,” ujarnya lagi.

”Dia menebar kebencian antara orang Muslim dan AS,” hujat lanjut Al Habtoor.

4. CEO Facebook, Mark Zuckerberg

(Foto: venturebeat.com)

Orang terkaya di dunia ini kesal dan menyayangkan Donald Trump melontarkan pernyataan yang tak terpuji tentang keberadaan kaum Muslim di AS. Bahkan Zuckerberg mengatakan dalam akun Facebook resmi miliknya, bahwa ia mendukung umat Muslim, termasuk di negaranya, AS.

”Saya ingin menambahkan suara saya dalam mendukung Muslim di komunitas kita dan di seluruh dunia. Sebagai pemimpin Facebook, saya ingin Anda tahu, bahwa Anda selalu diterima di sini (Amerika Serikat) dan kami akan berjuang untuk melindungi hak-hak Anda,” tulis Zuckerberg.

5. CEO Google, Sundar Pichai

(Foto: Reuters)

Bos Google yang baru menjabat sejak bulan Agustus 2015 ini ikut merespon apa yang dikatakan Trump soal umat Muslim.

”Jangan biarkan rasa takut kalah oleh nilai-nilai (kebaikan, red) kita,” ujar Pichai.

Tanggapan Pichai berarti retorika anti-muslim yang terkait erat dengan kampanye Trump adalah hal yang mengecewakan.

”Keterbukaan pikiran, toleransi, dan penerimaan orang-orang Amerika baru adalah salah satu kekuatan terbesar di negara itu dan karakteristik yang paling menentukan. Amerika Serikat, setelah semua terjadi, merupakan negara imigran,” gugah pria yang datang ke AS 22 tahun lalu dari India ini.

6. CEO Amazon Jeff Bezos

(Foto: Reuters)

Satu lagi orang terkaya di dunia pemilik perusahaan Amazon, Jeff Bezos, geram dengan Donald Trump.  Meski kekesalannya ini kemungkinan tidak ada kaitannya dengan pernyataan Trump tersebut.

Tapi saking sentimennya Bezos, sampai-sampai ingin mengirim Trump ke luar Angkasa untuk tidak kembali lagi. Bezos mengatakan hal itu via jejaring sosial twitter setelah keduanya berseteru via twitter. 

Donald Trump Sebut Ide Hillary Picu Konflik AS dan Rusia

Halaman: 
Penulis : Riana,Yusran Edo Fauzi