logo


Pemotongan Sapi Indukan Masih Marak, Ini Saran Peternak Kepada Pemerintah

Rochadi mendesak pemerintah agar semakin gencar meningkatkan populasi sapi melalui upaya memperbanyak kelahiran baru sapi lokal

9 November 2016 11:15 WIB

Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok.
Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf, menyayangkan masih maraknya pemotongan sapi betina di beberapa Rumah potong Hewan (RPH) di Indonesia. Menurut Rochadi, masih maraknya pemotongan sapi betina ini merupakan dampak dari populasi sapi siap potong yang sangat minim. 

“Pemotongan sapi betina masih saja terjadi, penyebabnya karena populasi sapi siap potong kita masih belum stabil, maka dampaknya sapi betina juga ikut di potong,” kata Rochadi di Jakarta, Rabu (9/11).

Lebih lanjut Rochadi mengatakan, selain karena belum maksimalnya populasi sapi siap potong, langkah pengawasan pemerintah terhadap sejumlah RPH yang ada juga masih belum dilakukan. 


Jaga Jumlah Sapi, Kementan: Kita Akan Perketat Pemotongan Sapi Betina

Karenanya kata Rochadi, pemerintah perlu melakukan langkah pengawasan di setiap RPH yang ada guna mencegah terus maraknya pemotongan sapi betina. 

“Kalau hal ini terus dibiarkan, maka cepat atau lambat jumlah populasi sapi lokal di Tanah Air terus menurun,”ungkap Rochadi.  

Oleh karenanya, Rochadi pun mendesak pemerintah agar semakin gencar meningkatkan populasi sapi melalui upaya memperbanyak kelahiran baru sapi lokal.

Tak hanya itu, pemerintah pun kata Rochadi, harus memprioritaskan langkah pencegahan pemotongan sapi betina dan indukan.

“Pemotongan sapi betina dan indukan ini sudah marak terjadi dan harus di hentikan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Sukseskan Upsus SIWAB, Jatim Targetkan 2 Juta Ekor Kelahiran Anak Sapi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana