logo


Alumni Kehutanan IPB Hijaukan Kembali Hulu DAS Ciliwung

Kerusakan ekosistem di kawasan hulu DAS Ciliwung adalah biang keladi dari banjir di Bogor dan Jakarta

5 November 2016 13:20 WIB

Kegiatan Alumni Fakultas Kehutanan IPB Menanam Pohon secara massal di kawasan hulu DAS Ciliwung, untuk mencegah banjir Jakarta.
Kegiatan Alumni Fakultas Kehutanan IPB Menanam Pohon secara massal di kawasan hulu DAS Ciliwung, untuk mencegah banjir Jakarta. Ist

BOGOR, JITUNEWS.COM -  Para alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) dari angkatan 27 (tahun 1990, red) yang rata-rata sudah bergelar doktor -- baik itu yang berkarier sebagai akademisi, ilmuwan, birokrat dan profesional -- kini bersatu dalam wadah peduli kerusakan lingkungan DAS Ciliwung.

Tentu, kegiatan rutinnya adalah melakukan penanaman pohon-pohon hutan yang mampu berfungsi optimal menyerap air hujan dan mengikat tanah agar tidak terjadi kelongsoran.  

Kegiatan penanaman massal ini agar hulu daerah aliran sungai/DAS Ciliwung yang mengalir masuk ke Bogor dan Jakarta perlu dijaga kelestarian ekosistemnya. Salah satu upaya untuk tetap menjaga dan memulihkan hutan di hulu sungai tersebut dengan melakukan penanaman pohon dalam jumlah banyak oleh ratusan orang.  


Berprospek Cerah, Mahasiswa IPB Ini ‘Berkomplot’ Kembangkan Buah Naga

Sebelumnya, alumni angkatan 27 melakukan penanaman mangrove massal di Kawasan Mangrove Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, pada 5 Mei lalu. Lalu pada Sabtu (5/11), mereka kembali melakukan gerakan menanam di wilayah Citamiang, Desa Tugu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang merupakan hulu Sungai Ciliwung.

Penanaman di Cisarua itu juga melibatkan berbagai elemen di lingkup IPB, yakni Dekanat Fahutan IPB, wakil angkatan alumni, 4WD Rimbawan, BEM dan Himpunan Mahasiswa lingkup Fahutan IPB, LSM, LMDH Perhutani, yang diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang. 

"Kegiatan ini momentum penting menciptakan budaya konservasi hutan dan lahan sebagai modal kehidupan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan hidupnya," jelas Ketua Alumni Angkatan 27 Fahutan IPB, Apep Yusuf, Sabtu (5/11).

Dalam penanaman kali ini, selain ditanam pohon tanaman hutan, juga ditanam beberapa jenis bambu untuk mengingatkan sejarah lokasi Citamiang yang dahulu adalah kawasan bambu (tamiang artinya bambu, red). Seperti bambu koneng kecil, haur koneng, awi hideung, awi Jepang, awi tali, awi gombong, dan betung.

Kegiatan sosial pun dilakukan para alumni, di antaranya sumbangan buku bacaan dan alat tulis untuk anak-anak di sekitar lokasi penanaman.

DR. Hikmat Ramadhan, salah satu penggagas acara, yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, mengatakan, acara cinta lingkungan DAS Ciliwung ini akan berlanjut besok, Minggu (6/11) yang diisi kegiatan bina cinta lingkungan bagi anak-anak dari para alumni dan masyarakat sekitar yang ikut. 

Dalam kesempatan ini juga diluncurkan buku kumpulan puisi berjudul “Berburu Rindu” karya MIM Yudiarto, salah seorang alumni Fahutan IPB Angkatan 27.

"Kegiatan ini sebagai bagian dari program Gerakan Alumni Menanam, yang diharapkan akan menginspirasi alumni-alumni lainnya untuk menanam pohon melestarikan lingkungan," ujar Ketua Alumni Fahutan IPB, Awriya Ibrahim.

Senada dengan Awriya, Sekretaris Departemen Silvikultur, Fahutan IPB, Iwan Hilwan, pun optimis semangat menanam ini akan jadi karakter budaya alumni Fahutan IPB di mana pun bekerjanya.

Kemenristekdikti Targetkan UGM, IPB dan Unair Masuk 500 Kampus Terbaik Dunia

Halaman: 
Penulis : Riana,Yusran Edo Fauzi