logo


Wow, Hewan Ternak Juga Doyan Makan Wafer

Wafer untuk hewan ternak dibuat dari limbah sayuran

19 November 2014 14:12 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Panganan wafer ternyata tidak hanya dikonsumsi untuk manusia saja. Hewan ternak juga doyan makan wafer.

Namun berbeda dengan makanan wafer untuk manusia, wafer untuk hewan ternak dibuat dari limbah sayuran. Wafer ini untuk memberi pakan hewan ternak di musim hujan di saat sulit menemukan tumbuhan hijau.

Bahan limbah sayuran mengandung bahan organik. Jenisnya pun beragam, antara lain wortel, kubis, kentang, klobot jagung, daun bawang, daun seledri, sawi daun, kecambah kacang hijau, daun kembang kol, daun singkong, kangkung, bayam, dan lain sebagainya.


Eceng Gondok Disulap Jadi Alternatif Pengganti Dedak

Karena itu, diperlukan teknologi yang mampu mengolah limbah sayuran yang pada suatu saat melimpah menjadi pakan ternak yang bermutu gizi baik, tahan untuk disimpan dalam kurun waktu yang lama, dan mudah menyajikannya pada ternak. Salah satu teknologi yang sesuai untuk kondisi dan maksud tersebut ialah teknologi pengolahan limbah sayuran menjadi pakan ternak berbentuk wafer atau sering juga disebut wafer pakan.

Cara membuat wafer pakan ternak

Teknologi pembuatan wafer pakan dari limbah sayuran sebenarnya sederhana, karena proses pengerjaannya bisa dilakukan di rumah untuk skala kecil. Mula-mula siapkan bahan-bahan pembuat wafer pakan dari limbah sayuran.

Untuk contoh kali ini, kita akan membuat wafer pakan dari limbah sayuran berupa klobot jagung (65%), kecambah toge (25%), dan daun brokoli (10%). Lakukan pencacahan terhadap limbah-limbah sayuran tadi dengan ukuran 2-3 cm. Selanjutnya keringkan di bawah terik matahari selama 5-10 hari sampai kadar airnya tinggal 15-17%.

Selama proses pengeringan, sebaiknya lakukan pembalikan secara teratur agar bahan-bahan menjadi kering secara merata. Pengeringan dapat dilakukan juga dengan menggunakan dryer.

Setelah bahan-bahan dari limbah sayuran menjadi kering, selanjutnya giling secara kasar (tidak perlu terlalu halus). Campurkan ketiga bahan-bahan tadi dan tambahkan molase sebanyak 5% dari total berat bahan. Aduk sampai ketiga bahan dan molase bercampur secara merata.

Masukkan sekitar 400 gram campuran bahan dan molase ke dalam cetakan dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 1,5 cm. Tekan atau pres campuran bahan dan molase tadi selama 10 menit pada suhu 120 derajat Celsius. Setelah itu, biarkan wafer pakan pada suhu kamar selama 24 jam sebelum wafer pakan tersebut diberikan kepada ternak.

Pemberian wafer pakan

Wafer pakan sebagai sumber hijauan pakan dapat diberikan kepada ternak yang dikombinasikan dengan pemberian konsentrat. Bila kita memberikan pakan kepada ternak 2 kali sehari, maka berikanlah wafer pakan pada pagi hari, sekitar pukul 06.00. Pada siang hari, sekitar pukul 12.00, berikan konsentrat. Perbandingan antara wafer pakan dan konsentrat adalah 50% : 50%.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan pernah membandingkan antara kambing yang diberikan rumput+konsentrat dengan kambing yang diberikan wafer pakan+konsentrat selama 75 hari pemeliharaan. Hasilnya menunjukkan bahwa kambing yang diberi wafer pakan+konsentrat mempunyai rataan bobot badan lebih tinggi, yakni 24,62 kg; sedangkan yang diberi rumput+konsentrat bobot badannya 19,14 kg.

Keuntungan yang diperoleh juga lebih tinggi pada pemeliharaan kambing dengan pemberian wafer pakan+konsentrat, yakni Rp 455.500. Sementara pada pemeliharaan kambing dengan pemberian rumput+konsentrat keuntungannya hanya sebesar Rp 130.250. (berbagai sumber)

 

Industri Pengolahan Ikan Sulap Tulang Ikan Jadi Pupuk Organik

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid