logo


Petani Perlu Dilatih Cara Mengoperasikan Alsintan

Pemerintah bisa menugaskan pabrik penyedia alat mekanisasi untuk melatih petani.

3 November 2016 14:15 WIB

Ketua KTNA Winarno Tohir.
Ketua KTNA Winarno Tohir. Jitunews/Miftahul Abrori

SOLO, JITUNEWS.COM – Mekanisme pertanian di beberapa wilayah di Indonesia masih mengalami beberapa kendala, di antaranya petani yang tidak tahu cara mengoperasikan mesin, sehingga Alsintan (alat pertanian dan mesin pertanian) tidak mangkrak tak pernah digunakan.

Celakanya, jika hal ini terjadi, pemerintah justru mengancam akan menarik kembli alsintan, bukan membekali mereka dengan pelatihan.

Ketua Kontak Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir berharap pemerintah tidak hanya memprioritaskan pemberian alsintan, tetapi juga harus membekali petani dengan pelatihan-pelatihan. Beberapa kali ia menemukan petani yang tidak bisa mengoperasikan Alsintan.


Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

"Ada kasus-kasus mesin panen digunakan layaknya mesin perontok padi. Mesin tidak dijalankan, tetapi petani malah memasukkan padi ke mesin. Ini karena ketidakpahaman petani,” katanya saat ditemui Jitunews.com di Solo.

Pemerintah bisa menugaskan pabrik penyedia alat mekanisasi untuk melatih petani, baik cara mengoperasikan traktor,mesin tanam, mesin perontok, terlebih mesin panen.

"Kebanyakan petani tidak dilatih atau pelatihannya tidak merata," ujarnya.

Petani juga membutuhkan ahli-ahli sebagai operasional mesin . Hal itu menurutnya bisa diwujudkan dengan membentuk unit penyewaan dan jasa alsintan (UPJA).

"Melihat kondisi di lapangan, petani perlu UPJA. Orang yang mengoperasionalkan Alsintan harus paham mesin dan ahli di bidangnya. UPJA harus punya tim bengkel, ketika terjadi kerusakan bisa segera diperbaiki," urainya.

Kesejahteraan Petani Menurun, Mentan Siap Melawan Usaha Alih Fungsi Lahan

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Syukron Fadillah
 
×
×