logo


Produksi Jagung Meningkat, Impor Terus Berlanjut

Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring mengatakan bahwa langkah peningkatan produksi jagung pada saat ini merupakan upaya cepat dari pemerintah dalam menjawab target pencapaian swasembada jagung

2 November 2016 09:36 WIB

Warga menyortir jagung hasil panen di Patean, Kendal, Jawa Tengah, Jumat (27/2).
Warga menyortir jagung hasil panen di Patean, Kendal, Jawa Tengah, Jumat (27/2). beritadaerah.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim bahwa pada saat ini berdasarkan angka ramalan (Aram), Jagung di tanah air mengalami peningkatan produksi hingga 23,16 juta ton pipilan kering, namun peningkatan produksi jagung tersebut belum memberikan efek pada upaya hilangnya tradisi impor jagung tanah air. Pasalnya sampai saat ini pemerintah masih memberikan rekomendasi impor jagung kepada bulog sebanyak 200.000 ton.

Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring mengatakan bahwa langkah peningkatan produksi jagung pada saat ini merupakan upaya cepat dari pemerintah dalam menjawab target pencapaian swasembada jagung yang sudah dicanangkan pemerintah. Ia juga menjelaskan, seiring dengan berjalannya program tersebut dan meningkatnya produksi langkah impor jagung perlahan-lahan mulai dikendalikan oleh pemerintah.

“Kita bukan menghilangkan 100 persen impor jagung untuk tahun ini, tetapi kita mulai kendalikan sesuai dengan kebutuhan kita,”demikian kata Hasil Sembiring di Jakarta, Selasa (1/11).


Genjot Produksi Jagung, Amran Fokus Integrasi Sawit-Jagung

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa langkah impor jagung yang dilakukan oleh pihak Bulog pada saat ini hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, Ia meyakini bukan tidak mungkin dalam 2 atau 3 tahun ke depan Indonesia akan menghentikan langkah impor jagung dari luar.

“Dengan adanya kenaikan produksi jagung saat ini, kita yakin ke depannya, kita bisa penuhi kebutuhan jagung dari produksi dalam negeri,” demikian katanya.

Ia menjelaskan bahwa program pemerintah untuk mengendalikan impor jagung sudah sangat dirasakan, dimana jumlah impor jagung yang di berikan pemerintah pada saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dimana pada tahun sebelumnya indonesia melakukan langkah impor jagung mencapai 3,6 juta ton dan saat ini sudah turun jumlahnya hingga 60 persen.

Dua Minggu Waktu Pas Buat Kejagung Temukan Dokumen Munir yang Hilang

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan
 
×
×