logo


5 Cara Pemerintah Wujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia

"Tiga puluh tahun lagi atau tahun 2045 Indonesia harus menjadi pemain utama pangan di dunia"

1 November 2016 20:12 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Jitunews/Miftahul Abrori

BOYOLALI, JITUNEWS.COM– Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mencanangkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah memiliki rancangan pembangunan dan rancangan kerja jangka pendek maupun jangka panjang di sektor pertanian, khususnya padi.

“Tiga puluh tahun lagi atau tahun 2045 Indonesia harus menjadi pemain utama pangan di dunia. Pertanian Indonesia harus bangkit agar bisa menjadi lumbung pangan dunia melalui pertanian modern,” kata Amran, kepada Jitunews.com, di Boyolali.

Amran setidaknya menyebutkan ada lima cara untuk mewujudkan hal tersebut. Pertama, melalui teknologi benih padi unggul yang bisa meningkatkan produksi panen hingga dua kali lipat.


Mantap, Pemprov Bertekad Jadikan Aceh Lumbung Pangan Nasional 2017

“Benih biasa produksinya lima ton per hektar. Dengan benih unggul produksinya menjadi sepuluh ton per hektar. Kalau kita mengangkat produksi dua kali lipat, artinya bisa menghidupi Asia Tenggara, bahkan Asia,” ujar Amran.

Kedua, lanjut Amran, indeks penanaman padi ditingkatkan menjadi dua kali atau tiga kali dalam setahun. Menurutnya, hal itu bisa terwujud karena Indonesia telah membangun infrastruktur dan irigasi di seluruh daerah.

Kemudian yang ketiga, melalui mekanisasi pertanian yang bisa menekan biaya produksi. Perbandingannya, jelas Mentan, jika petani mengeluarkan ongkos Rp 2 juta, dengan mekanisasi cukup dengan Rp 1 juta, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Yang keempat, melalui mesin combine harvester atau mesin pemanen yang menggabungkan proses memanen, merontokkan, dan menampung dalam satu rangkaian operasi.

“Combine harvester bisa meminimalisir kehilangan hasil panen di sawah akibat tercecer. Jika semua sudah tercapai, yang kelima, persiapan ekspor beras organik karena harganya mahal,” kata Amran.

Pemerintah Indonesia saat ini, kata Mentan, memiliki rancangan kerja jangka pendek mulai satu hingga lima tahun, juga jangka panjang mulai 30 hingga 100 tahun.

“Persiapan jangka panjang melalui infrastruktur, pembangunan waduk dan irigasi, benih, mekanisasi, teknologi alat dan mesin pertanian. Jangka pendeknya mempercepat luas tambah tanah dan peningkatan produksi,” pungkas Amran.

Rayakan Natal Bersama ASN, Mentan Ajak Jadi Pelopor Pembangunan Pertanian

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Christophorus Aji Saputro