logo


La Nina Picu Meroketnya Harga Cabai

Pengamat pertanian Bustanul Arifin mengatakan meroketnya harga cabai pada saat ini lebih dikarenakan adanya La Nina

1 November 2016 18:15 WIB

Cabai merah.
Cabai merah. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat pertanian, Bustanul Arifin mengatakan, meroketnya harga cabai pada saat ini lebih dikarenakan adanya La Nina yakni musim hujan yang berkepanjangan di beberapa wilayah khususnya di daerah sentra tanaman cabai di tanah air.

Menurutnya, musim hujan yang terus menerus memberi dampak yang cukup buruk pada komoditas pangan seperti cabai. Saat musim hujan cabai menjadi cepat membusuk dan akan menjadi sulit kalau didistribusikan ke pasar yang jarak antara daerah sentra perkebunan cabai dan pasar sangat jauh.

“Kalau jangkauannya membutuhkan waktu beberapa hari, pasti cabai tersebut sudah membusuk,” demikian kata Bustanul Arifin kepada Jitunews.com, Selasa (1/11).


Benih Padi Unggul Sembada Dukung Kedaulatan Pangan Dunia

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sebenarnya melonjaknya harga cabai bukan karena tidak adanya produksi cabai, merujuk pada data yang dikeluarkan kementerian pertanian, Ia mengakui bahwa stok cabai masih ada, namun kesulitannya pada saat ini adalah dalam proses distribusi.

“Kondisinya saat ini adalah petani masih enggan untuk memanen cabainya karena takut cepat membusuk,dan dibiarkan saja cabai itu di pohon supaya tidak cepat membusuk,” demikian katanya.

Namun dampaknya, harga menjadi terus naik, karena stok cabai di gudang-gudang pasa menjadi kosong, karena tidak ada distribusi cabai dari daerah ke pasar di kota. Ia meyakini seiring dengan berlalunya La Nina perlahan-lahan harga cabai pasti akan normal kembali.

Harga cabai di pasar menurut situs harga bahan pokok milik Pemprov DKI Jakarta, www.infopangan.go.id harga cabai merah sudah melonjak hingga 60.000-65.000/kg sementara rata-rata harga normal cabai berada pada kisaran Rp 35.000-40.000/kg.

Tingkatkan Produktivitas Sektor Pangan, Kementan Fokus Suburkan Lahan Pertanian

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan