logo


Aksi Demonstrasi 4 November Tidak Dilarang

"Jika ada uang sengaja memanfaatkan medsos sebagai media provokasi, kepolisian harus segera bersikap dan bertindak tegas," jelas Saleh.

1 November 2016 13:03 WIB

Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan longmars menuju Bareskrim dan Balai kota di Jakarta, Jumat (14/10).
Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan longmars menuju Bareskrim dan Balai kota di Jakarta, Jumat (14/10). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana unjuk rasa sejumlah organisasi massa (ormas) Islam di Istana Negara pada hari Jumat, tanggal 4 November 2016, tidak luput dari perhatian Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Pertaonan Daulay.

Menurutnya rencana aksi demonstrasi yang digelar pada tanggal 4 November mendatang hanyalah bentuk penyampaian aspirasi umat Islam agar ada proses hukum yang adil dan terbuka terhadap Ahok yang telah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

"Penyampaian aspirasi seperti ini diperbolehkan dan dilindungi Undang-Undang. Karena dilindungi Undang-Undang, yang mau demo jangan dilarang. Sebaliknya, mereka yang tidak mau terlibat juga tidak boleh dipaksa," jelasnya.


Jokowi Redam Pembenci Prabowo, PAN: Mereka Sekarang Sudah Saling Suka

Anggota Komisi IX ini juga meminta semua pihak untuk menahan diri saat berlangsungnya demo agar aksi tersebut berjalan tertib dan damai. Kemudian hal ini harus menjadi perhatian terutama pengguna media sosial, pasalnya di media sosial sering digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk memanas-manasi situasi.

"Hal ini perlu menjadi perhatian, terutama para netizen pengguna aktif media sosial. Harus diakui, di daerah perkotaan, media sosial memiliki pengaruh besar. Opini yang disebarkan bisa mengubah sikap dan cara pandang orang. Karena itu, opini yang menyesatkan itu bisa sangat berbahaya," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (01/11).

Kemudian, Aparat Kepolisian juga harus mengawasi adanya opini dan isu-isu yang sengaja dihembuskan untuk memancing kerusuhan. Kepolisan juga harus bisa menjadi pengawas yang netral.

"Jika ada uang sengaja memanfaatkan medsos sebagai media provokasi, Kepolisian harus segera bersikap dan bertindak tegas," jelasnya.

Selain itu masyarakat juga diminta proaktif mengawal jalannya aksi yang akan berlangsung pada hari jumat mendatang, termasuk melaporkan jika ada tindakan provokatif yang dinilai dapat mengancam ketertiban dan ketenteraman di dalam jalannya aksi yang diikuti oleh ribuan massa umat Islam.

"Karena aksi ini rencananya diikuti oleh massa yang cukup besar, patut diwaspadai adanya pihak-pihak yang mencoba melakukan tindakan provokasi. Jangan sampai, penyampaian aspirasi itu, malah berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi berkaca pada demo sebelumnya, demo kali ini pun akan berlangsung aman dan tertib," tutupnya.

Terkait Ijin FPI, Mahfud MD: Tidak Punya SKT Juga Tidak Apa-apa, Boleh Jalan Kok

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah