logo


Asppehorti Jateng Gandeng Petani Kembangkan Daging Sehat Tanpa Bahan Kimia

Asosiasi Petani Pengolah Hasil Hortikultura (Asppehorti) Provinsi Jawa Tengah menggandeng sejumlah petani di Sukoharjo melakukan terobosan makanan sehat berupa daging ayam, itik, dan kambing tanpa campuran bahan kimia.

31 Oktober 2016 19:22 WIB

Peluncuran Warung Sehat Sukoharjo.
Peluncuran Warung Sehat Sukoharjo. Jitunews/Miftahul Abrori

SUKOHARJO, JITUNEWS.COM – Asosiasi Petani Pengolah Hasil Hortikultura (Asppehorti) Provinsi Jawa Tengah menggandeng sejumlah petani di Sukoharjo melakukan terobosan makanan sehat berupa daging ayam, itik, dan kambing tanpa campuran bahan kimia. Pengenalan makanan sehat ini dilaunching di Warung Sehat Sukoharjo pada hari Minggu kemarin (30/10).

Sukohajo menjadi tempat pertama dibukanya Warung Sehat. Dalam waktu dekat konsep yang sama akan di buka di delapan kota lainnya, yakni Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Sukabumi, Bogor, Surabaya, Malang, dan Bangka Belitung.


Ery Suriadi, Petani Hortikultura Teladan Asal Lombok Barat

Hafidh Hari Sunaryo, petani sekaligus owner Warung Sehat Sukoharjo mengatakan ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan makanan untuk keluarganya. Daging sehat juga dibutuhkan orang yang menjalani perawatan pasca sakit.

“Sesuai dengan uji laboratorium, daging yang dihasilkan tidak mengandung kolesterol dan juga kaya omega 9 sebesar 4,99 persen. Daging ini juga memiliki kelebihan rasa yang gurih ketika diolah, sehingga tidak perlu bumbu dan penyedap rasa,” katanya kepada Jitunews.com di Sukoharjo, Minggu (30/10).

David memiliki peternakan ayam, itik, kambing di pekarangannya. Ternak yang ia pelihara diberi perlakuan khusus sehingga menghasilkan daging sehat dikonsumsi. Salah satunya dengan pemberian air minum yang diberi formula bio tetes, hasil penemuan Pang David, Inovator Pertanian.

Ketua Asppehorti Jateng, Pri Kuntadi Kunto hadir dalam acara tersebut. Kunto mengatakan, pihaknya bersinergi dengan David untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan petani dan peternak di Jawa Tengah.

“Inovasi Pak David kami aplikasikan di lapangan, seperti yang kami lakukan di Jawa Tengah melalui Integrited Farming System. Pertanian dan peternakan itu bersinergi, tidak bisa dipisahkan. Limbah peternakan kita olah menjadi pupuk untuk pertanian. Lalu beras dan sayur untuk warungnya kita datangkan dari Aspperhorti, ” katanya kepada Jitunews.com.

Kunto menjelaskan, konsep warung sehat hanya sebagai etalase atau outlet. Selain menyediakan daging sehat, Kunto akan melibatkan masyarakat menjadi peternak.

“Satu keluarga bisa memelihara 100 ekor ayam, modal dari Aspperhorti, nanti hasilnya kita beli. Masyarakat kita berikan pembelajaran sekaligus cara beternak dan bertani yang baik. Hasilnya kita beli,” ucap Kunto.

DPR: Sektor Hortikultura Harus Jadi Andalan Ekspor Indonesia

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Vicky Anggriawan