logo


Program 5:1 Impor Sapi Mendapat Sambutan Baik dari Para Feedloter

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan mengatakan bahwa pada saat ini animo pelaku usaha feedloter atas kebijakan impor 5:1 yang dicanangkan oleh pemerintah cukup tinggi.

31 Oktober 2016 13:35 WIB

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat sapi impor Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (25/10).
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat sapi impor Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (25/10). beritadaerah.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan, mengatakan bahwa saat ini animo pelaku usaha feedloter cukup tinggi akibat kebijakan impor 5:1 yang dicanangkan pemerintah.

“Hingga akhir pekan kemarin sudah ada 32 pelaku usaha penggemukan sapi yang bersedia memenuhi komitmen untuk menerapkan aturan impor sapi dengan perbandingan 5:1,” demikian kata Oke Nurwan di Jakarta, Senin (31/10).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebijakan impor sapi dengan perbandingan 5:1 tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah dan importir yakni setiap kali mengimpor sapi, pelaku usaha impor wajib menerapkan perbandingan 5:1, lima ekor sapi bakalan dan satu ekor sapi indukan.


Jaga Kestabilan Harga, Mentan Akan Cabut Aturan Larangan Impor Sapi Siap Potong

“Yang menyanggupi impor sapi dengan perbandingan 5:1 memang belum semua, tetapi kita yakin dalam waktu dekat perusahaan-perusahaan tersebut pasti akan menyatakan kesanggupannya melakukan kewajiban impor tersebut,” demikian katanya.

Ia menyebutkan bahwa menurut data yang dimiliki Kemendag ada sekitar 46 perusahaan feedloter di Indonesia.

“Kalau sudah 32 perusahaan menyatakan kesanggupannya, maka rata-rata sudah 75 persen dari total 46 perusahaan feedloter siap menjalankan program tersebut,” ujarnya.

Keran Impor Sapi Siap Potong Dibuka, DPR: Feedloter Jadi Punya Saingan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan