logo


Pengamat: Petani Semakin Asing dengan Sektor Pertanian

Menurutnya hal ini terjadi lebih dikarenakan sektor pertanian pada saat ini menjadi komoditas ekonomi yang dikuasai oleh industri.

30 Oktober 2016 16:31 WIB

Petani hutan lakukan panen padi
Petani hutan lakukan panen padi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Ekonomi Pertanian, Khudori menilai bahwa pada saat ini petani sudah semakin asing dengan sektor pertanian yang digelutinya. Menurutnya hal ini terjadi lebih dikarenakan sektor pertanian pada saat ini menjadi komoditas ekonomi yang dikuasai oleh industri.

Menurutnya yang paling terasa pada saat ini adalah pada soal benih di sektor pertanian. Pasalnya keragaman genetic benih yang dimiliki oleh petani pada saat ini sudah semakin terancam.

“Dari data yang kita ambil pada tahun 2008 menujukan ada sekitar 71 persen benih jagung, 40 persen benih padi dan 70 persen benih hortikultura sudah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan, sementara benih para petani tidak dimanfaatkan oleh pemerintah,”demikian kata Khudori di Jakarta, Minggu (30/10).


Harga Kelapa Jatuh, Petani Lakukan Ini!

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa benih-benih yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tertentu belum tentu adaptif dengan lingkungan dimana benih itu di tanam.

“Pemerintah kan selalu menyamaratakan pemberian benih. Di satu tempat mungkin benih itu bisa adaptif , tetapi belum tentu di tempat lain,” demikian katanya.

Menurutnya, untuk bisa meningkatkan sektor pertanian, pemerintah seharusnya lebih pro kepada petani dan bukan kepada para pengusaha.

“Pemerintah harus menjadi pendukung bagi petani melestarikan dan menggunakan benih lokal dibanding menggunakan benih rekayasa genetic yang kurang adaptif terhadap keberagaman kondisi sosial dan budaya tanah air,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pemerintah bisa kembali meningkatkan derajat para petani, ”sekaligus memelihara keragaman hayati, termasuk keragaman genetika,benih, tanaman budaya serta memanfaatkan sumber genetika dan pengetahuan tradisional masyarakat,” tukasnya.

SK IPHPS Terbit, Petani Hutan Ajak Ono Surono Gelar Syukuran

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan