logo


Hapus Kemiskinan Melalui Pertanian Berkelanjutan

Data dari organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) menyatakan sekitar 20 juta rakyat Indonesia mengalami kelaparan setiap harinya.

30 Oktober 2016 13:30 WIB

Petani memegang hasil panen padi hibrida.
Petani memegang hasil panen padi hibrida. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hingga saat ini kemiskinan masih menjadi persoalan di Indonesia. Pasalnya jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini masih cukup tinggi berada pada kisaran 10,86 persen. Adanya kemiskinan ini faktor utamanya adalah karena masih rendahnya akses masyarakat terhadap sektor pangan.

Data dari organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) menyatakan sekitar 20 juta rakyat Indonesia mengalami kelaparan setiap harinya. Sementara itu global food security index tahun 2016 yang dirilis oleh The Economist, Indonesia menempati posisi 71 dari 113 negara dan ranking ke 13 dari 23 negara di kawasan asia pasifik.

Direktur keadilan ekonomi Oxfam di Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, Indonesia memiliki pekerjaan besar dalam mengakhiri kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah harus bisa memastikan akses masyarakat terhadap sektor pangan.


Anggaran Pupuk Dipangkas, Kementan Akan Lakukan Langkah Penyesuaian di Lapangan

"Pertanian berkelanjutan menjadi salah satu dimensi penting yang harus diambil pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan,"demikian kata Dini Widiastuti di jakarta, Minggu (30/10).

Ia juga menegaskan bahwa sebenarnya langkah pertanian berkelanjutan ini merupakan uraian yang secara jelas dan tegas di tuangkan dalam upaya pembangunan berkelanjutan (SDGs) No.2 yang menyepakati untuk mengakhiri kelaparan dan indonesia adalah salah satu negara yang sudah ikut menyepakati tingkat global.

Ia berharap dengan langkah pertanian berkelanjutan ini, upaya untuk memberantas kemiskinan di tanah air bisa segera terwujud.

Serapan Pupuk Subsidi Lebih Didominasi Sektor Tanaman Pangan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan