logo


Benih Padi Unggul Sembada Dukung Kedaulatan Pangan Dunia

Budidaya benih padi unggulan harus terus dikembangkan

29 Oktober 2016 17:52 WIB

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi stand PT Biogene Plantation, dalam gelaran Hari Pangan Sedunia ke-36 di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (29/10)
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi stand PT Biogene Plantation, dalam gelaran Hari Pangan Sedunia ke-36 di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (29/10) Dok. Puspen TNI

BOYOLALI, JITUNEWS.COM- Benih padi menjadi faktor paling penting dalam produksi pertanian, apalagi jika benih itu merupakan benih padi hibrida unggulan dengan tingkat produktivitas tinggi. Karena itu, budidaya benih padi unggulan harus terus dikembangkan.

Hal itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat singgah di stand PT Biogene Plantation, produsen benih padi unggulan Sembada, pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 tahun 2016, yang dipusatkan di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawah Tengah, Sabtu (29/10/2016).

Presiden Jokowi mengawali kunjungannya meninjau teknologi terbaru Jajar Legowo Super (Jarwosuper) dengan hasil panen 10 ton per hektar, di areal tanaman padi di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

Setelah peninjauan, Jokowi ke lokasi pameran dan memuji kualitas benih padi Sembada dari PT Biogene Plantation, dengan potensi produksi mencapai 13,4 ton benih kering per hektar. “Benih yang paling penting (dalam pertanian). Ini bagus untuk terus dikembangkan,” kata Jokowi.

Dalam peringatan HPS ini, Jokowi juga sempat melihat pameran teknologi pertanian, peternakan, dan stand-stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), di lahan pertanian dan di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali.

Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Utama PT Biogene Plantation, Marsda TNI (Purn) Bambang Purwadi Priyono menyatakan, siap mendukung program pemerintah menjaga kedaulatan pangan nasional melalui produksi benih Sembada. “Peningkatan produksinya sampai 30 persen, lebih tinggi daripada benih Filipina dan Malaysia, kemudian kita telah mengekspor ke Brunei Darussalam,” kata Bambang.

“Benih ini telah dibudidayakan di lahan seluas 200 hektar di Ngawi dan rencananya ditingkatkan hingga 600 hektar pada tahun 2017. Tekstur nasinya disukai masyarakat dan memiliki gen tahan hama padi,” ujar Bambang.

Kabupaten Boyolali menjadi Kabupaten di Indonesia yang terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36. HPS kali ini diselenggarakan dari tanggal 28-30 Oktober 2016 yang diisi pameran teknologi dan demonstrasi usaha tani gabungan kelompok, dengan menggunakan lahan seluas 100 hektare di Kecamatan Banyudono, Desa Trayu, Kabupaten Boyolali.

Pemilihan lokasi di Boyolali didorong pertimbangan banyaknya keanekaragaman pangan yang tumbuh di tanah Boyolali. Hal tersebut menunjukkan bukti diversifikasi pangan yang bisa dikembangkan untuk menopang kedaulatan pangan.

Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada Konferensi Umum ke-20 bulan November 1979 dan diikuti oleh lebih dari 150 negara serta diperingati setiap tanggal 16 Oktober.

Sejak tahun 1981, HPS mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya, dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.

Hadir Pada peringatan HPS ke-36 tersebut, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo; Pangdam IV/Dip, Mayjen TNI Jaswandi; Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono; dan Bupati Boyolali, Seno Samudro; serta Danrem 074 Solo, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak.


Benih Padi Hibrida Indonesia Sembada Mengungguli Padi dari Negara Lainnya

Brunei Darussalam Butuh Bibit Padi Produktivitas Tinggi

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro