logo


International Mask Festival 2016 Digelar Selama 2 Hari di Mangkunegaran Solo

Gelaran ini diselenggarakan untuk menciptakan semangat mencintai, melestarikan, serta mengembangkan topeng

29 Oktober 2016 09:45 WIB

International Mask Festival 2016
International Mask Festival 2016 Dok. Jitunews/Miftahul Abrori

SOLO, JITUNEWS.COM– International Mask Festival (IMF) 2016 digelar selama dua hari yakni tanggal 28 dan 29 Oktober 2016 di Pendopo Prangwedanan Mangkunegaran, Solo.

Festival ini diselenggarakan sebagai ruang pertemuan pengrajin, seniman, pemerhati, dan pecinta topeng kuno dari Indonesia dan mancanegara

Direktur IAMS–IIMF, Irawati Kusumorasri, mengatakan bahwa IMF diselenggarakan untuk menciptakan semangat mencintai, melestarikan, serta mengembangkan topeng sebagai bagian dari warisan kebudayaan.


Double Decker Solo Berikan Promo Buy 1 Get 1 Free 'New York Sirloin Steak', Serbu!!

Event tahunan ini, lanjut Irawati, juga sebagai salah satu wujud peran aktif dalam mempromosikan Solo sebagai kota budaya dan pariwisata di forum nasional dan internasional.

Yang berbeda, festival ini bersamaan dengan gelaran serupa yang digelar di berbagai kota. “IMF 2016 kita bersinergi dengan kota lain di Indonesia yang menyelenggarakan Festival Topeng di Solo pada tanggal 28 Oktober 2016, Yogyakarta tanggal 29 Oktober, Malang tanggal 30 Oktober, dan Ubud Bali tanggal 4 November. IMF memotivasi kota–kota lain untuk menyelenggarakan event seperti ini,” kata Irawati, saat menggelar jumpa pers, di Solo.

IMF dimeriahkan dengan seminar, workshop topeng, dan pertunjukan tari dari berbagai kota di antaranya Solo, Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Indramayu. Selain itu, ada empat delegasi dari luar negeri, yakni dari China, Hongaria, Jerman, dan Ethiopia.

Acara dan penampilan IMF 2016 antara lain, pada hari pertama (Jumat) akan tampil Sanggar Barong Kemamang (Solo), Semarak Candra Kirana Art Center (Solo), Didik Nini Thowok (Yogyakarta), dan Wangi Inriya (Indramayu). Kemudian Yang Yani (China), Suku Wehea (Kalimantan Timur), Giyah Supanggah Siswo Pandoyo (Klaten), Veronika Kis, Judit Laszle, Kristina Bogo (Hongaria), dan Malang Dance Company (Malang).

Lalu pada hari kedua (Sabtu), diadakan Seminar Topeng, Workshop Topeng dan penampilan dari Wangi Indriya (Indramayu), Andrea Rutkowski (Jerman), Malang Dance Company (Malang), Senait Hailemariam ( Ethiopia), Akademi Seni Mangkunegaraan / ASGA (Solo), Suku Wehea (Kalimantan Timur), dan Sri Gemala Laksamana–IPMKR Surakarta (KEPRI-Solo).

30 Grup Reog Ponorogo Meriahkan Festival Semarak Singo Barong Nasional IV di Solo

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Christophorus Aji Saputro