logo


Serius Berinvestasi, Taiwan Bidik Sektor Listrik dan Gula RI

Pemerintah Taiwan telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah instansi di Indonesia, baik pemerintah maupun swasta

29 Oktober 2016 04:00 WIB

Gelaran Taiwan Trade Mission in Indonesia Business Networking Seassions, Jumat (28/10)\n
Gelaran Taiwan Trade Mission in Indonesia Business Networking Seassions, Jumat (28/10) Dok. Jitunews/Christophorus Aji Saputro

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah Taiwan mulai serius menjadikan Indonesia sebagai lahan investasi. Wakil Menteri Ekonomi Taiwan, Wei Fuu Yang, bahkan telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah instansi di Indonesia, baik pemerintah maupun swasta. Wei mengaku, pemerintah Taiwan sudah membidik sejumlah sektor yang ingin diinvestasikan di Indonesia.

"Dalam beberapa hari ini kami telah melakukan kunjungan dan bertemu dengan para pejabat pemerintah Indonesia, dan dalam hasil diskusi itu kami ingin untuk berinvestasi di bidang infrastruktur dan pembuatan pabrik gula," ujar Wei, Jumat (28/10), di Jakarta.

Wei mengatakan, pemerintah Taiwan tertarik untuk berinvestasi di bidang infrastruktur karena infrastruktur Indonesia masih belum optimal. Adapun yang menjadi sasaran mereka yakni pembangunan pembangkit listrik. Mereka ingin membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan.


Taiwan Sasar Indonesia Sebagai Basis Produksi di ASEAN

Ditambahkan Wei, bentuk investasi yang ditawarkan pemerintah Taiwan dalam infrastruktur pun beragam, mulai kerja sama seperti pertukaran pelatihan tenaga kerja asli, peralatan mesin Taiwan, hingga terlibat aktif dalam proyek infrastruktur. Ia pun tak memungkiri kalau saat ini pemerintah Taiwan membidik sektor energi sebagai wilayah investasi mereka.

"Jadi kami berkeinginan investasi seperti tenaga surya atau tenaga biogas," jelas Wei.

Sementara untuk sektor gula, pemerintah Taiwan berencana membangun pabrik di sejumlah tempat. Wei mengatakan, pihaknya sudah membahas dengan instansi pemerintah Indonesia. Saat ini, pemerintah Taiwan tengah membahas mengenai bentuk investasi dan contract window antara sejumlah pihak.

"Tapi karena investasi ini diadakan antara pihak BUMN Taiwan dengan perusahaan Indonesia, jadi private sector, bukan dengan pemerintah. Jadi sementara masih mencari lokasi yang cocok di luar Pulau Jawa," jelas Wei.

"Ini masih dalam bentuk kajian, jadi masih harus bertemu dengan pejabat pemerintah untuk sama-sama mencari lokasi yang sesuai," lanjut Wei.

Selain itu, tidak tertutup kemungkinan Taiwan juga akan menjajaki bisnis garam. Menurut Wei, tak hanya untuk kebutuhan pangan, bisnis garam juga bisa dimanfaatkan untuk memproduksi barang lain. "Garam kan bisa selain untuk bahan makanan, juga bisa untuk bahan industri kosmetik kecantikan," tukas Wei.

Ini Lho Produk Perikanan RI yang Berjaya di Pasar Taiwan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
 
×
×